BERITA UTAMA

Kades Labengki Dilapor ke Polisi

Penyidik tipikor polres konawe, Umar, ketua FML, Abdul Safar, kasat reskrim polres konawe, Iptu Rahcmat Zam-zam bersama warga Desa Labengki, saat memberikan bukti dugaan korupsi kades labengki

Terkait Penggunaan Dana Desa

KOLAKAPOS, Unaaha–Forum Masyarakat Labengki (FML) melaporkan oknum kepala desa Labengki, inisial J terkait dugaan penggunaan anggaran Dana Desa (DD) APBN tahun 2015-2017, yang diterima pemerintah desa Labengki yang diduga syarat penggunaanya tidak sesuai prosesural. Laporan tersebut di bawa langsung Ketua FML Abdul Safar, didampingi masyarakat Labengki di ruang tindak pidana korupsi (Tipikor) polres Konawe.

Laporan tersebut diterima langsung oleh anggota penyidik tipikor bersama kasat reskrim polres Konawe Iptu Rahcmat Zam-Zam. Namun, sebelum kasus ini sampai ke pihak berwajib, warga desa Labengki sebelumnya telah melakukan pengaduan di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe Utara, namun laporan tersebut seakan tidak menunjukan hasil apa-apa, sehingga jalur hukumpun perlu di lakukan.

” Anggota komisi I sudah pernah turun langsung mengecek penggunaan anggaran di sana (Desa Labengki) dan menemukan pekerjaan yang tidak sesuai anggaran (markUP Red) tapi hingga kini belum ada kejelasan terkait temuan itu,” Kata Abdul Safar.

Diungkapkan Abdul, sejak terlapor J menjabat sebagai kepala Desa Labengki, warga disana menemukan banyak kejanggalan terkait pekerjaan proyek yang di danai dari Dana Desa, seperti pekerjaan talud pemecah ombak, yang seharusnya di kerjakan di bibir pantai, namun yang terjadi malah di kerjakan di bawah kolong rumah warga, adminiatrasi yang diduga fiktif dan pekerjaan lain yang syarat hanya mementingkan keuntungan kepala desa dan perangkatnya.

Tambah, Abdul, masyarakat desa Labengki melihat kenyataan yang di lakukan J, selama menjadi kepala desa, maka warga Labengki menuntut agar kepala desa segera di ganti, karena telah banyak merugikan masyarakat dan uang negara, masalah permintaan pemecatan kepala desa ini juga telah sampai ke DPRD Konawe Utara, namun lagi-lagi tuntutan itu juga belum di proses dan di sampaikan ke bupati Konut.

” Kita sudah menuntut di pemecatak kades di DPRD, tapi belum juga di lroses sampai ke bupati,” terang Abdul Safar.

Hingga berita ini di terbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak reskrim polres konawe, karena laporan ini masih perlu pengecekan di lapangan untuk memberikan data benar tidaknya masalah ini terjadi di desa Labengki, kabupaten Konawe Utara.(m4/b/hen)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top