BERITA UTAMA

Mahasiswa STIP Wuna Demo

Mahasiswa STIP Wuna pinta Yayasan Perguruan Tinggi STIP Wuna mencabut SK, Josaphat Sudarso Tandri sebagai WK III STIP Wuna dan Dosen STIP. FOTO: Ahmad/Kolaka Pos

Soal Pembekuan Lembaga Kemahasiswaan oleh WK III

KOLAKAPOS, Raha–Puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna (STIP-Wuna) yang tergabung dalam barisan berbagai organisasi kemahasiswaan yakni Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII), Himpunan Mahasiswa Indonesia Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIP Wuna menggelar aksi domonstrasi didepan gerbang kampus STIP Wuna. Jumat, (12/1). Aksi tersebut dilakukan lantaran puluhan mahasiswa ini tidak terima dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pihak kampus melalui Wakil Ketua (WK) III STIP Wuna Bagian Kemahasiswaan, Josaphat Sudarso Tandri yang telah membekukan lembaga organisasi kemahasiswaan di STIP Wuna.

Menurut Ketua BEM STIP Wuna Sitti Sasrani Mutrono Gufana, pembekuan lembaga kampus yang dilakukan oleh WK III STIP Wuna Josaphat Sudarso Tandri merupakan salah satu wujud pembungkaman terhadap mahasiswa dalam berorganisasi. Olehnya itu Ia meminta agar pihak Yayasan Perguruan Tinggi STIP Wuna segera mencabut SK yang dikeluarkan oleh WK III STIP Wuna tersebut. “Kami menolak segala bentuk tindakan represif, intimidasi dan premanisme birokrasi kampus,” pintahnya.

Tidak hanya itu, Sitti Sasrani mengatakan dalam aksi tersebut, mereka juga mempertanyakan terkait pungutan uang pembayaran Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) senilai Rp10ribu permahasiwa. Sebab kata dia, saat pertama masuk menjadi mahasiswa di STIP Wuna mereka sudah melakukan pembayaran sebesar Rp25ribu permahasiswa untuk pengabilan KTM tersebut. Namun faktanya hingga saat ini KTM itu belum juga dikeluarkan oleh kampus mereka. “Kita pertama masuk di STIP Wuna bayar Rp25ribu per mahasiswa untuk KTM ini. Kemudian setelah masuk, kami diwajibkan lagi bayar Rp10ribu. Itu diwajibkan pada saat meregistrasi rencana studi yang akan kita kuliahkan. Tetapi, pihak kampus sampai saat ini belum menyelesaikan persoalan itu. Ini harus ditindak lanjuti, karena ini sudah pembodohan dan penjebakan buat mahasiswa,” katanya

Sitti Sasrani menegaskan, jika pihak kampus tidak mengindahkan tuntutan mereka tersebut, maka ratusan mahasiswa STIP Wuna akan terus melakukan demo hingga aksi mogok kuliah. “Jika tidak diindahkan, maka aksi ini akan terus kami lakukan hingga pihak kampus menanggapi tuntutan kami ini,” tandasnya

Pantauan Kolaka Pos siang itu, dibawah pengawalan ketat kepolisian dari Polres Muna. Aksi Demonstrasi yang digelar puluhan mahasiswa tersebut berjalan aman, terkendali dan kondusif. Meskipun, tak satupun ada pihak Birokrasi kampus yang datang untuk menemui para demonstran. (m1/b/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top