BERITA UTAMA

Kuasa Hukum Tersangka Korupsi DAK : Menang Kalah Sudah Biasa Bagi Kami

KOLAKAPOS, RAHA — Sidang perkara praperadilan terkait penetapan tersangka pada perkara tindak pidana korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Muna tahun anggaran 2015 yang diajukan oleh empat oknum ASN Pemda Muna yakni Pemohon satu mantan Kepala DPPKAD Muna, Hj Ratna Ningsih Lunento, Pemohon dua Kabid Anggaran DPPKAD, Laode Muhammad Taslim, Pemohon tiga Kabid Perbendaharaan Laode Hasrun, dan pemohon empat Pemegang Kas Daerah Muh Idrus Gafiruddin telah berlangsung hari ini Selasa, (16/1) di Pengadilan Negeri (PN) Raha. Namun, kuasa hukum empat Pemohon tersebut belum dapat meyakinkan apakah mereka dapat memenangkan klien mereka dalam sidang praperadilan tersebut.

Salah seorang kuasa hukum pemohon, Abidin Ramli mengungkapkan. Sebagai kuasa hukum, terlalu dini buat dia untuk menyimpulkan apakah kliennya dapat bebas dari jeratan tersangka yang kini disandangkan terhadap ke empat kliennya tersebut. “Kalau berkaitan dengan menang kalah saya kira hal yang biasa buat kami dan ini hal yang bisa kok,” ujarnya pada awak media usai mengikuti sidang praperadilan yang beragendakan pembacaan tuntutan dan pembelaan terhadap pemohon dan termohon.

Sebagai kuasa hukum kata Abidin Ramli, dirinya bersama tiga rekannya tetap bekerja profesional dalam menangni perkara praperadilan tersebut. Tidak hanya itu, Ia juga mengatakan sejatinya sidang praperadilan tersebut bukanlah suatu perbedaan antara mereka sebagai kuasa hukum empat tersangka korupsi DAK dan Kejari Muna yang notabene saat ini menjadi termohon dalam perkara tersebut. “Saya kira terlalu dini saya menyatakan itu (optimis memenangkan kliennya. Red) dan saya kira kita lihat pada proses sidangnya lebih panjut,” tandasnya

Untuk diketahui, sidang praperadilan nomor: 01/PID.PRA/2018/PN.RAH akan kembali digelar hari ini, (Rabu, (17/1) pukul 13.00 wita dengan agenda sidang Replik dan Duplik. Replik adalah jawaban penggugat atau Pemohon dalam hal baik terulis maupun juga lisan terhadap jawaban tergugat atas gugatannya. Sementara Duplik adalah jawaban tergugat atau termohon terhadap suatu replik yang diajukan oleh penggugat/pemohon. Sama juga halnya dengan replik, duplik ini juga bisa diajukan baik dalam bentuk tertulis maupun dalam bentuk lisan. (m1/b/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top