BERITA UTAMA

Direktur RSBG Bantah Tudingan Malpraktik Persalinan

KOLAKAPOS, Kolaka–Direktur Rumah Sakit Benyamin Guluh (RSBG) kabupaten Kolaka, dr.Muhammad Raffi membantah tudingan di media sosial terkait malpraktik di RSBG. Salah satu postingan di Facebook menyebut, kelalaian penanganan oleh bidan RSBG saat persalinan, membuat seorang bayi mengalami memar dibagian wajah.

Menurut Raffi, berdasarkan rekam medis, kelahiran bayi dari pasien bernama Sitti Badriatun dilakukan sesuai standart operaional prosedur (SOP), bukan malpraktik.

Ia berkisah, kelahiran bayi pasien warga desa Kukutio, kecamatan Watubangga kabupaten Kolaka itu berawal dari proses persalinan di Puskesmas Watubangga, Selasa (16/1) pagi. Saat hendak melahirkan, pihak keluarga membawa Sitti ke Puskesmas. Namun karena beberapa jam tak kunjung melahirkan, iapun dirujuk ke RSBG Kolaka. Di RSBG, kata Raffi, pasien melahirkan secara normal.

Yang menyebabkan memar pada bagian wajah bayi terang Raffi, karena bayi lama tertahan di pintu rahim. “Bayinya lahir normal dan sudah ditangani dengan baik, hanya memang lahir dengan kondisi seperti itu (memar, red) karena disebabkan penyulit (pecahnya ketuban sebelum waktunya) saat ibunya melahirkan,” ungkap Raffi.

Menurutnya, meski baru pertama terjadi di RSBG Kolaka, kelahiran dengan kondisi bayi memar memang biasa terjadi secara medis. Namun, hal itu bukan kelalaian dari tindakan pelayanan medis, melainkan karena pasien mengalami gangguan saat bersalin. “Memarnya itu paling lama tiga hari sudah akan hilang dan kembali normal,” ucapnya.

Menanggapi postingan akun media sosial yang mempertanyakan kemampuan bidan RSBG yang menangani proses persalinan bayi tersebut, Raffi menanggapi cukup serius. Menurutnya, pihak RSBG telah meminta kepada pemilik akun yang diduga masih keluarga pasien untuk mengklarifikasi pernyataannya. “Kami sudah panggil, dia mengaku khilaf dan tidak paham soal medis. Makanya tadi dia sudah bikin pernyataan,” ujarnya.

Sementara itu, pantauan Kolaka Pos, bayi pertama dari pasangan Sitti Badriatun dan Irwanto itu masih terlihat memerah di bagian wajahnya, tepatnya di bagian bawah ke dua mata dan pipinya.

Menurut pengakuan keluarga pasien saat di temui di ruang perawatan, memar di wajah bayi yang berumur satu hari itu tidak diketahui penyebabnya. Seorang wanita yang mengaku sebagai nenek bayi itu mengatakan, cucunya lahir sekitar pukul 14.00, Selasa (16/1). Beberapa saat setelah lahir, bayi tersebut sempat dimasukkan ke inkubator untuk mendapat perawatan ekstra.

Sebelumnya, pada jejaring media sosial facebook, kabar kondisi bayi yang belum diberi nama itu sempat viral. Akun bernama Dhewhy Ratnawati mengunggah foto sang bayi dengan kondisi lebam di bagian mata dan pipi. Pada postingannya itu, Dhewhy seakan menyalahkan bidan yang sembrono menangani persalinan sehingga bayi mengalami luka. “Akibat bidan yang sembrono luka kasian dede bayi. Belum saatnya keluar dikore terus, entah apa yang mengenai dede bayi, tidak tega melihatnya deh,” tulisnya. Namun kemarin, ia telah meralat postingannya dan meminta maaf kepada RSBG dan para bidan.
(kal/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top