METRO KOLAKA

PTSL Sukses Karena Campur Tangan Pemkab Kolaka

Susana Penyerahan sertifikat di kecamatan Watubangga.FOTO:Dadang/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kolaka–Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kolaka menyerahkan 900 lembar sertifikat kepada masyarakat kecamatan Watubanga dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Bupati Kolaka H.Ahmad Safei kepada masyarakat.

Kepala BPN Kolaka H. Asmain Tombili mengatakan penyerahan sertifikat di kecamatan Watubangga merupakan lokasi ketiga dari beberapa kegiatan penyerahan secara simbolis di Kolaka. Namun dari kegiatan simbolis ini banyak pesan yang harus di ketahui oleh masyarakat kecamatan Watubangga.

“Pembuatan sertifikat sebanyak 5.900 pada 2017 se kabupaten Kolaka yang lalu telah usai dan saat ini penyerahan dilakukan pada 2018. Kegiatan PTSL ini berhasil karena ada campur tangan pemerintah kabupaten Kolaka. Jadi masyarakat Kolaka harus mendukung program PTSL pada 2018 ini,” kata Asmain.

Lanjut ia mengatakan untuk di kecamatan Watubangga sertifikat yang di bagikan ada 900 lembar yang terbagi di kelurahan Watubangga 550 lembar dan kelurahan Wolulu 350 lembar. Alhamdulilah semua proses berjalan tanpa masalah.

“Untuk 2018 ini Kolaka mendapat pembuatan sertifikat sebanyak 8000 lembar lagi. Saya berharap masyarakat dapat memanfaatkan momen ini untuk menyertifikatkan tanahnya,” tutur Asmain.

Menurut Asmain dari data perbankan yang ada di Kolaka, pada 2016 sertifikat yang diagunkan di Bank sekitar 166 lembar setifikat dengan total nilai pinjaman mencapai Rp.166 miliar. Kemudian pada 2017 ada peningkatan pinjaman yang mengagunkan sertifikatnya mencapai 649 lembar setifikat dengan total dana sekitar Rp.197 miliar.

“Dari lima Bank yang menerima agunan serifikat, rata-rata persertifikat bisa mencairkan dana sekitar Rp 200 juta hingga Rp.300 jutaan. Jadi sangat beruntung masyarakat yang saat ini memiliki sertifikat tanah. Sertifikat tersebut jangan hanya disimpan saja, namun bisa digunakan sebagai modal usaha,” tambahnya.

Sementara itu Bupati Kolaka H. Ahmad Safei merasa bangga pasalnya dalam terbentuknya kababupaten Kolaka baru pada 2017 ini ada penyertifikatan tanah berjumlah 5.900 lembar.

“Ini sejarah baru, dan masyarakat Kolaka harus pandai bersyukur. Paslanya tidak gampang mendapat program seperti ini. Dan Alhamdulilah Kolaka mendapat 5.900 sertifikat pada 2017,” tuturnya.

Dengan terbitnya sertifikat tanah oleh BPN Kolaka maka masyarakat Kolaka telah memiliki kepastian hukum pada bidang tanahnya. Dengan adanya kepastian hukum, maka tidak akan ada lagi sengketa ataupun klaim tanah satu dengan yang lain.

“Masalah tanah itu terjadi karena tidak ada setifikat. Dan misalkan nanti di kemudian hari ada masalah pada tanah yang telah di sertifikatkan makan BPN juga akan dimintai keterangan atas penerbitan sertifikat tersebut,” tambahnya.

Menurut Safei selain mendapat kepastian hukum, dari segi ekonomi masyarakat juga bisa mendapatkan dana tambahan dari sertifikat tersebut. Masyarakat Kolaka bisa mendapatkan dana tanpa harus menjual fisik tanahnya. Kalau Perbankan tidak mau menerima sertifikat sebagai jaminan bisa informasikan ke pemerintah. Nanti kelanjutanya pemerintah Kolaka akan memanggil pimpinan bank tersebut.

“Kalau masyarakat sudah mengusulkan dana sesuai prosedur dan perbankan tidak menerima laporkan ke saya. Saya akan panggil itu Bank dan minta klarifikasinya. Asalkan masyarakat pinjam sesuai dengan ketetuan insyaallah bank akan menerimaya,” tambahnya.

Lanjut ia mengatakan untuk 2018 Kolaka kembali mendapatkan 8000 lembar sertifikat, artinya ada peningkatan di bandingkan pada 2017 yang mendapatkan 5900 sertifikat. Dengan keluarnya kuota sertifikat di Kolaka dengan jumlah 8000 lembar pada 2018 ini, Masyarakat Kolaka harus pandai bersukur karena tidak semua kabupaten mendapat penyertifikatan dengan jumlah hingga 8000 lembar seperti Kabupaten Kolaka.

“Kita harus berterimaksaih kepada semua petugas BPN yang rela berpanas- panasan untuk mengukur, menyeleksi berkas dan melakukan percetakan sertifikat. Sertifikat ini adalah dokumen negara, jadi harus dimanfaatkan dengan baik. Gunakanlah sertifikat untuk memulai usaha atau mengembangkan usaha. Saya hanya berpesan kepada masyarakat Kolaka masyarakat harus sadar jika terbitnya sertifikat itu memiliki proses, BPN tidak bekerja sendirian kepala dusun, Lurah, kepala desa, pemerintah kabupaten semua itu terlibat dalam penerbitan sertifikat. Saya berharap sertifikat bisa digunakan sebagai penggerak ekonomi baru di wilayah kabupaten Kolaka,” tambahnya. (hud)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top