BERITA UTAMA

Gugatan Tersangka Korupsi DAK Muna Salah Alamat

KOLAKAPOS, Raha–Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna, Laode Abdul Sofyan menganggap gugatan yang diajukan para tersangka korupsi DAK Muna melalui kuasa hukumnya, salah alamat. Sebab, dalam materi gugatan tersebut, yang digugat lima tersangka korupsi itu adalah Kejaksaan Negeri Muna bukan Kepala Kejaksaan Negeri Muna. “Kalau Kejaksaan Negeri Muna berarti itu kantornya. Ini sudah disampaikan pada jawaban kemarin, bahwa itu salah alamat. Tidak tepat,” ujar Sofyan pada Kolaka Pos usai menjalani sidang praperadilan di PN Raha, Rabu (17/1).

Lanjut kata Sofyan, kendati gugatan tersebut salah alamat, pihak Kejaksaan tetap menghargai upaya para tersangka untuk melakukan sidang praperadilan. “Kita hargai, jadi tetap kita ikuti persidangan,” katanya.

Terkait hasil sidang pembacaan replik dan duplik serta penyerahan dalil-dalil gugatan termohon dan pemohon yang digelar PN Raha dengan nomor perkara: 01/PID.PRA/2018/PN.RAH itu, ucap Sofyan pihak pemohon tidak membacakan replik. Kejaksaan selaku termohon juga tidak membacakan dupliknya. “Kemarin kuasa pemohon sudah menyampaikan bahwa tidak akan mengajukan replik, artinya tetap pada dalil-dalil gugatannya. Kitapun juga, karena pemohon tidak mengajukan replik maka kami juga pada jawaban yang sudah disampaikan yaitu tidak mengajukan duplik,” katanya.

Sementara itu, salah seorang kuasa hukum para tersangka, Muh Ramli Jaya yang dikonfirmasi, belum dapat memberikan keterangan terkait gugatan salah alamat tersebut. Kata dia, hal tersebut akan dijelaskan hari ini (Kamis, 18/1). “Saya pikir lebih lengkapnya, nanti besok (hari ini, red) lagi kita lanjutkan,” ucapnya sembari berlalu. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top