KOTA KENDARI

PT. GMS tidak Menambang Dilahan yang Belum Dibebaskan

Foto Humas PT. GMS Herman Pambahako Saat Diwawancarai Oleh Jurnalis.FOTO:Kadamu/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kendari–Pemberitaan sebelumnya seolah menyudutkan pihak PT. Gerbang Multi Sejahtera (GMS) dimana, warga di empat desa yakni, Desa Tue-tue Sangi-sangi, Ulusawa, dan Lawisata kecamatan Laonti kabupaten Konawe Selatan (Konsel) mengklaim pihak perusahaan tidak melakukan pembebasan lahan, sehingga warga mencegah perusahaan untuk menurunkan alat berat. Kemudian, pihak perusahaan dituduh juga menerbitkan izin usaha penambangan (IUP) diatas IUP.

Sementara dilapangan tidak seperti itu. Pihak PT. GMS sudah lama diterbitkan IUPnya, dan itu sudah keluar surat putusan sampai Mahkama Agung (MA) dan sudah Ingkrak. Pihaknya juga sudah melakukan pembebasan lahan warga sebesar 148 hektar. Saat pihak perusahaan akan menurukan alat, namun lagi-lagi warga menghadangnya, dan itu bukan hanya satu kali. “TNI-Porli tidak serta merta turun lapangan, namun kami memintanya, karena kami mendengar info warga akan melakukan lagi pencegahan penurun alat, dan akan ribut . Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan makanya surat permohonan, kami sebar kemana-mana,” ucap Humas PT. GMS Herman Pambahako. Selasa, (16/01) malam.

Ia menambahkan, sebenarnya yang menghadang kapal itu hanya sebagian warga di empat desa tersebut, sekitar 5 persen dari, karena 95 dari warga itu menyetujui penurunan alat berat tersebut. Menyangkut konflik atau sengketa tanah tidak ada didalam IUP PT. GMS dan tidak ada sengketa untuk saat ini. “Pernah bersengketa prifat antara tanah yang satu dengan tanah yang lain, namun tidak ada hubungannya dengan PT. GMS, tanah tersebut sudah lama dibebaskan, namun itu antara warga,” tambah Herman.

Selain itu Ia mengatakan, PT. GMS tidak akan melakukan penambangan, jika belum melakukan pembebasan lahan warga, dan itu PT. GMS sejak awal komitmen dan konsisten soal itu. Kemudian pihaknya akan melakukan aktifitas penambangan. “Berarti kami menganggap tidak ada lagi sengketa lahan warga yang ada dalam wikayah IUP PT. GMS. Dan kami akan melakukan penambangan hanya pada lahan yang sudah dibebaskan, dan itu sudah disetujui oleh dalam RKAB dinas SDM,” urainya.

Selain itu Herman mengatakan, diluar lahan yang belum dibebaskan, pihak perusahaan tidak akan melakukan aktifitas penambangan, karena sejak awal berkomitmen apalagi lahan sengketa, kalau ada yang berperkara antar pemilik lahan. “Jadi kalau ada yang mengklaim sesama mereka silahkan diatur, kalau sudah selesai melapor kepada perusahaan dan kami perusahaan siap untuk berdiskusi,” tutupnya. (P2/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top