BERITA UTAMA

Kepala Desa Diperingatkan Agar Tidak Menjual Rastra–13.451 KK di Kolaka, Terima Beras Gratis

Pengguntingan pita oleh Bupati Kolaka H.Ahmad Safei pertanda dimulainya penyaluran Rastra gratis untuk warga Kolaka.FOTO:Dadang/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kolaka–Bupati Kolaka H. Ahmad Safei bersama dengan Badan Pusat Logistik (Bulog) Kolaka melakukan launching program Beras Sejahtera (Rastra) dari pemerintah pusat di keluarahan Lalombaa. Bantuan sosial yang dulunya bernama beras untuk warga miskin (Raskin) ini, sepenuhnya gratis.

Safei berharap Rastra gratis itu, dapat menjadi salah satu solusi ampuh mengatasi kebutuhan warga. Karenanya, ia mewanti-wanti kepada para aparat yang ditunjuk menyalurkan Rastra itu, untuk bertindak amanah dan tidak “mengakali” penyaluran Rastra dengan pungutan liar. “Mulai Januari beras Rastra gratis. Kalau dulu perkilogram Rp1.600, namun saat ini gratis. Jadi saya ingatkan pada aparat desa untuk tidak membuat gerakan tambahan, dengan memungut biaya untuk kepada warga untuk menebus Rastra. Beras Rastra ini gratis sampai titik distribusi,” tegasnya.

Penerima Rastra di Kolaka tercatat sebanyak 13.451 kepala keluarga. Rinciannya, untuk kecamatan Toari sebanyak 1.061 KK, Watubangga 1.487 KK, Polinggona 555 KK, Tangetada 957 KK, Pomalaa 975, Wundulako 1.149, Baula 583, Kolaka 931 KK, Latambaga 1.371, Iwoimendaa 682, Wolo 1.877, dan Samaturu 1.826 KK. “Semua masyarakat yang ada namanya sebagai penerima akan mendapatkan beras tersebut. Dengan jumlah penerima di Kolaka yang mencapai 13.451 jika di rupiahkan sekitar Rp1,3 miliar perbulan. Jadi selama satu tahun pemerintah akan mengelontorkan dana Rp.15 miliar. Itu hanya untuk urusan beras,” ungkap Safei.

Meski senang warga Kolaka mendapat bantuan Rastra, namun Safei berkeinginan kuat agar tahun berikutnya penerima Rastra menurun. Artinya, ada penurunan jumlah warga miskin, sebagai syarat utama penerima Rastra. Karena, menurut Safei tidak “sehat”, jika warga terus menerus mengharap bantuan dari pemerintah. “Saya kira agama juga mengajarkan tangan atas itu lebih baik dari pada tangan di bawah. Jangan selalu berharap bantuan dari pemerintah. Berdoalah agar suatu saat kita ini yang membantu sesama, bukan sebagai penerima terus. Saya lebih senang jika masyarakat Kolaka berusaha untuk keluar dari zona penerima bantuan,” katanya.

Sementara itu kepala Seksi Urusan Logistik Bulog Kolaka, Ardiansyah mengatakan beras yang disalurkan pada warga Kolaka merupakan program pemerintah. Karena Rastra gratis, Bulog berharap tidak ada laporan penjualan Rastra kepada penerima. “Untuk kepala desa agar tidak menjual beras ini ke masyarakat. Jumlah perkepala keluarga yang akan menerima beras Rastra ini adalah 10 Kilogram. Yang menerima beras ini adalah masyarakat yang namanya telah terdata di Dinas Sosial,” tambahnya.

Sementara itu kepala Dinas Sosial Kolaka Mustajab mengatakan, dinasnya turut melakukan pengawasan distribusi melalui tenaga lapangan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). “Kami juga selalu melakukan evaluasi kepada para penerima bantuan terutama bantuan Rastra,” tandasnya. (hud/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top