BERITA UTAMA

Dituding Sebabkan Banjir Tiga Desa di Tanggetada–PT.DJL Dituntut Bertanggung Jawab

KOLAKAPOS, Kolaka–Banjir menerjang tiga desa di kecamatan Tanggetada, diduga terkait aktifitas perkebunan PT.Damai Jaya Lestari yang menghabiskan hutan. Karenanya, DJL didesak untuk memberi kompoensasi atas kerugian warga yang terkena banjir.

Tuntutan tersebut diungkapkan Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiwa HIPPMA Kolaka bagian Selatan, melalui demonstrasi di gedung DPRD Kolaka. Tiga desa yang terkena banjir ungkap massa yakni desa Oneeha, Rahanggada dan Popalia. Dalam orasinya, massa meminta perusahaan kelapa sawit itu, untuk bertanggung jawab atas banjir yang terjadi dan menimpa tiga desa di kecamatan Tanggetada.

Menurut massa, akibat aktifitas perkebunan kelapa sawit milik DL.Sitorus tersebut, hutan di sekitar wilayah kecamatan Tanggetada habis, hingga saat musim hujan, bencana banjir selalu mengintai. “DJL harus bertanggung jawab terhadap banjir di kecamatan Tanggetada, karena masyarakat telah menderita kerugian baik materil maupun nonmateril, sebelum adanya kelapa sawit, di Kecamatan Tanggetada tidak pernah ada banjir seperti ini,” ujar Ramli Korlap dalam orasinya.

Untuk itu, para mahasiswa meminta pihak perushaan memberikan konpensasi terhadap kerugian banjir. “Maka pihak perusahan harus berkontribusi memberikan konpensasi terhadap kerugian masyarakat,” terang Ramli.

Usai berorasi, massa masuk menemui anggota DPRD untuk menyampaikan tuntutan mereka. Nyaris terjadi kericuhan saat mahasiswa masuk dalam ruangan rapat DPRD Kolaka, karena merasa anggota DPRD terlambat menemui mereka. Keributan dapat diredakan setelah aparat kepolisian dan satpol PP menenangkan massa, dan beberapa anggota DPRD menemui para mahasiswa.

Dihadapan anggota DPRD, massa menyampaikan tuntutan mereka agar pihak PT.DJL dihadirkan untuk rapat dengar pendapat, dan memenuhi tuntutan mereka.

Mendengar tuntutan massa, ketua DPRD Kolaka Parmin Dasir berjanji akan membuat Rapat Dengar Pendapat pada Rabu pekan ini, serta menghadirkan PT. Damai Jaya Lestari. Usai mendegar hal tersebut, para mahasiswapun membubarkan diri. “Lembaga DPRD menyatakan apresiasi kepada para mahasiswa dalam membawa aspirasi ini, ini harus kita tindak lanjuti, Insya Allah kita akan adakan RDP pada Rabu pekan ini, dengan mengundang pihak perusahaan dan beberapa instansi terkait untuk mencari solusi dari permasalahan ini,” terang Parmin Dasir. (cr4/c)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top