METRO KOLAKA

Panen Meningkat, Petani Wundulako Gelar Acara Syukuran

KOLAKAPOS, Kolaka–Sebagai bentuk rasa syukur kepada tuhan yang maha esa, puluhan petani dari kelurahan Silea dan kelurahan Ngapa kecamatan Wundulako menggelar acara sukuran. Kegiatan yang dipusatkan di kelurahan Silea dihadiri Lurah Silea Tasrim, kepala pengairan Wundulako Marsono dan Babinsa dasa Tikonu dan kelurahan Silea Serma Mustafa Rasid.

Ketua kelompok Tani kelurahan Silea Amiruddin mengatakan, kegiatan sukuran merupakan kegiatan rutin yang selalu dilaksanakan para petani usai panen dan sebelum turun sawah. Apalagi sebelum melakukan proses penanaman para petani melakukan gotong-royong secara bersama-sama dalam mengolah sawah sehingga mempermudah petani dan juga mempererat tali silaturahmi sesama petani.

“Acara sukuran ini merupakan kegiatan yang kami laksanakan, ini merupakan rasa sukur kepada sang pencipta. Dan Allhamdullilah hasil panen baru-baru ini cukup memuaskan,” ungkapnya.

Menurut Amiruddin, hasil panen yang baru dilakukan pada awal tahun ini meningkat dari panen sebelumnya, sebab dalam perhektarnya mencapai 61 karung atau sekitar 6,1 ton/hektar.
“Tahun lalu hasil panen kita hanya 5,4 ton per hektar, namuan tahun ini alhamdulilah meningkat,” ujarnya.

Saat ini, area persawahan yang tediri dari dua kelurahan mencapai 102 hektar dan hanya dua kelurahan saja yang melakukan panen Perdana pada awal tahun ini untuk wilayah kecamatan Wundulako dan sekitarnya. Serta petani tak ada lagi hambatan ataupun kendala baik dari permintaan pupuk maupun air.

Selain itu, lanjut dia keberhasilan petani tak lepas dari peran anggota Babinsa Silea yang selalu terjun langsung membantu petani baik saat menanam maupun akan panen.

“Peran pak Babinsa dalam membantu petani sangat baik, sebab pak Mustafa selalu siap jika dibutuhkan setiap saat. Dan kita berharap hasil panen terus meningkat ” harapnya

Sementara itu, kepala pengairan Wundulako Marsono mengaku pasokan air untuk para petani saat ini sudah tidak ada kendala, namun pihaknya tidak akan merespon jika petani yang datang mememinta air, tanpa melalui kelompok tani sebab dari awal kita sudah sampaikan kepada semua petani jika butuh air harus melalui kelompok tani atau P3A.

“Jika bukan kelompok tani yang melapor untuk pasokan air kesawah kita tidak akan berikan, ini kami lakukan agar kami bisa mengatur air kepetani secara teratur, sebab ada 15 desa dan kelurahn yang harus di airi sehingga penyaluran air dapat dikelola dengan baik. Sehingga target kita dalam swasembada pangan dapat terwujud ” singkatnya. (k9/hud).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top