MUNA

Praperadilan Empat Tersangka Dugaan Korupsi DAK Muna Ditolak

Hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Raha, Aldo Adrian Hutapea SH MH menolak seluruh gugatan praperadilan yang diajukan pemohon Ratna Ningsih Lunento, cs.FOTO:Ahmad/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Raha–Setelah melalui proses panjang, akhirnya hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Raha, Aldo Adrian Hutapea SH MH menolak gugatan praperadilan yang diajukan empat oknum Aparatur Negeri Sipil (ASN) Pemkab Muna, yakni mantan kepala DPPKAD Muna Ratna Ningsih Lunento, Kabid Anggaran DPPKAD Laode Muhammad Taslim, Kabid Perbendaharaan Laode Hasrun dan Pemegang Kas Daerah Muh Idrus Gafiruddin. Maka status tersangka empat oknum ASN tersebut dalam kasus korupsi DAK Muna 2015 sah menurut hukum.
Hakim tunggal PN Raha Aldo Adrian Hutapea SH MH saat memimpin sidang putusan praperadilan nomor: 01/PID.PRA/2018/PN.RAH menilai, tidak ada kesalahan yang dilakukan oleh termohon Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna, dalam menetapkan tersangka terhadap empat orang pemohon tersebut.
“Penetepan tersangka yang dilakukan termohon sudah memenuhi peraturan yang berlaku. Biaya yang timbul dalam praperadilan dibebankan pada pemohon. Gugatan pemohon ditolak. Dengan berakhirnya seluruh rangkaian acara, praperadilan dinyatakan selesai dan sidang ditutup,” ucapnya sembari mengetuk meja persidangan, Rabu (24/1).
Terpisah, ketua tim kuasa hukum pemohon, Dahlan Moga, enggan menanggapi hasil putusan yang dikelurkan oleh PN Raha. Sebab, ia menilai putusan praperadilan tersebut bersifat final dan mengikat. Namun, Dahlan Moga menyayangkan majelis hakim tidak melakukan pertimbangan terhadap petikan putusan PN Denpasar atas praperadilan I Wayan Seraman dan Agung Dulem, yang mereka ajukan sebagai yurisprudensi.
“Praperadilan itu bersifat final dan mengikat. Terus kemudian unsur kerugian negara itu kapan didapatnya? Setelah tersangka? Bisa nggak menyusul? Sedangkan keputusan MK nggak menganut lagi nomor 25, nggak menganut potensial los, nggak bisa dikira-kira, nanti menyusul. Nggak bisa. Diaktual los harus jelas sebelum seseorang ditetapkan sebagai tersangka,” ketusnya.
Sementara itu, Kajari Muna Badrut Tamam mengatakan, sesuai arahan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara, Azhari, pihak Kejari Muna akan tetap menyelesaikan penyidikan perkara tindak pidana dugaan korupsi DAK Muna tahun 2015 tersebut secepat mungkin.
“Sebagaimana yang kita saksikan bersama, bahwa pada hari ini (kemarin, red) hakim tunggal praperadilan perkara DAK Muna 2015 sudah diputus. Yang pada pokoknya menolak seluruh permohonan yang diajukan oleh pemohon, serta seluruh dalil-dalil yang pada intinya penetapan tersangka yang dilakukan oleh Kejari Muna adalah sah secara hukum,” tegasnya.
Untuk diketahui, sejatinya pada pertengahan Desember 2017 lalu, Kejari Muna menetapkan lima oknum ASN Pemkab Muna sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi DAK Muna tahun 2015 itu. Mereka adalah mantan Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Ratna Ningsih Lunento, Kabid Anggaran DPPKAD Laode Muh Taslim, Kabid Bina Marga Dinas PU Sanudi, Kabid Perbendaharaan Laode Hasrun, dan Pemegang Kas Daerah Muh Idrus Gafiruddin.
Namun, diantara lima tersangka tersebut, empat diantaranya melakukan perlawanan. Mereka adalah mantan Kepala DPPKAD Muna, Ratna Ningsih Lunento, Kabid Anggaran DPPKAD, Laode Muhammad Taslim, Kabid Perbendaharaan Laode Hasrun, dan Pemegang Kas Daerah Muh Idrus Gafiruddin. Empat ASN Pemkab Muna ini tidak menerima penetapan tersangka tersebut karena Kejari Muna belum mendapatkan hasil kerugian negara dari BPK RI. Alhasil, pada Kamis (4/1) lalu secara resmi mereka mengajukan gugatan praperadilan di PN Raha dengan menunjuk empat kuasa hukum , yakni Abidin Ramli, Muh Saleh, Muh Ramli Jaya dan Muh Dahlan Moga. Sayangnya, praperadilan yang diajukan Ratna Ningsih Lunento, cs tidak dapat mereka menangkan. Karena kemarin (24/1), hakim tunggal PN Raha Aldo Adrian Hutapea SH MH telah memutuskan, bahwa seluruh gugatan praperadilan yang diajukan pemohon ditolak. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top