BERITA UTAMA

83 Kades di Kolaka Terindikasi Korupsi

KOLAKAPOS, Kolaka–Tiga tahun terakhir ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kolaka banyak menerima laporan indikasi penyelewengan penggunaan dana desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). Puluhan Kepala Desa (Kades) di kabupaten Kolaka dilaporkan warganya sendiri karena diduga menyalahgunakan dana yang bersumber dari APBN maupun APBD tahun 2015 hingga 2017.

Hal itu diungkapkan Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kolaka, Abdul Salam saat ditemui di ruang kerja Kasi Intel, Kamis (25/1) kemarin. Kepada Kolaka Pos, ia mengatakan selain dari sisi kejanggalan secara administrasi, indikasi penyelewangan dana pengerjaan secara fisik juga menjadi objek yang ditelusuri Kejari Kolaka. “Yang paling banyak itu indikasi penyelewengan dana pengerjaan fisik, dan dari sisi administrasi juga paling banyak kejanggalannya,” ujar Salam.

Kata Salam, indikasi tersebut terlihat dari laporan pertanggungjawaban Kades. Dari laporan saja katanya, sudah terlihat ketidaksesuaian antara RAB dengan desain gambar terhadap program yang dilakukan. Salam mencontohkan salah satu item indikasi penyelewengan, seperti anggaran pembukaan jalan usaha tani. “Pembukaan jalan satu kilometer ini kan harusnya ada angka minimum dan maksimumnya. Ini kita lihat dalam laporan pertanggungjawaban, anggarannya tinggi sekali,” ucapnya.

Menurut Salam, pada November 2017 lalu Kejari Kolaka telah melakukan pemanggilan terhadap 83 Kades. Hasilnya, Kejari Kolaka menemukan adanya indikasi korupsi. “Dalam waktu dekat ini kita akan tingkatkan pengembangan kasus ini,” janji Salam.

Salam juga sempat menyinggung adanya indikasi penyelewengan dana pengadaan pupuk Bio Boost. Meski Kejari Kolaka masih menunggu hasil uji laboratorium di dinas Pertanian Sultra terkait kegunaan pupuk mahal itu. Dia khawatir ada pihak tertentu yang mengintervensi Kades untuk menggunakan pupuk itu dalam pembiayaan dana desa. “Khusus untuk item Bio Boost kemungkinan ada pihak-pihak (yang terlibat, red) disitu, kemungkinannya ada pihak swasta juga. Pokoknya nanti kita lihat perkembangannya ya,” tutupnya. (kal/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top