MUNA

Disinyalir Beralasan Sakit, Surat Wakil Ketua DPRD Muna Ditolak

KOLAKAPOS, Raha–Surat keterangan sakit yang dilayangkan oleh terdakwa korupsi percetakan sawah di kabupaten Muna tahun anggaran 2012 Wakil Ketua DPRD Muna Laode Muhammad Arwin Kadaka ditolak oleh majelis hakim tindak pidana korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri (PN) Kendari. Hal tersebut diungkap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna Muh Anzar pada Kolaka Pos Kamis (25/1).
Muh Anzar mengungkapkan, alasan Hakim Tipikor PN Kendari menolak surat sakit yang dilayangkan oleh Wakil Ketua DPRD Muna Laode Muhammad Arwin Kadaka tersebut, lantaran diketahui Ia kerap masuk kantor.
“Berdasarkan penyampaian di sidang yang digelar kemarin (Rabu, red) bahwa yang bersangkutan tidak sakit dan diketahui ngantor. Sehingga sidang kemarin ditegur,” ucapnya.
Olehnya itu, kata Muh Anzar, JPU Kejari Muna diperintahkan oleh majelis hakim untuk menghadirkan tersangka korupsi tersebut. “Hakim memerintahkan, agar yang bersangkutan (Laode Muhammad Arwin Kadaka. red) dihadirkan. Kemarin dia tidak hadir. Dia hanya menyampaikan surat sakit. Surat sakitnya ditolak sama hakim. Sebab yang bersangkutan diketahui tetap masuk kantor,” ujarnya mengulang.
Senada, Kajari Muna Badrut Tamam, membenarkan adanya penolakan surat sakit yang dilayangkan Wakil Ketua DPRD Muna tersebut. Menurutnya, perilaku Laode Muhammad Arwin Kadaka tersebut merupakan tindakan yang tidak kooperatif.
“JPU Anzar sudah melaporkan. Perilaku terdakwa yang seperti itu, merupakan catatan tersendiri bagi seorang JPU yang dikategorikan sebagai tindakan atau sikap yang tidak kooperatif. Yang justru merugikan terdakwa sendiri,” tandasnya. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top