METRO KOLAKA

Safei Berikan Penghargaan Kepada BKM Kotaku

Foto bersama usai menyerahkan penghargaan.FOTO:Dadang/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kolaka–Untuk mewujudkan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kolaka , diperlukan dukungan dari berbagai pihak yang saling bersinergi, karena Program Kota Tanpa Kumuh ini didasari oleh perubahan sikap dan perilaku manusia. Perogram Kotaku di Kolaka sudah masuk sejak 2017 lalau dan pada 2018 program ini berlanjut. Dengan keperhasilan Kotaku pada 2017 lalau. Bupati Kolaka H.Ahmad Safei memberikan penghargaan kepada 12 BKM yang ada di dua kecamatan Latambaga dan kecamatan Kolaka.

Dalam sambutannya Safei mengatakan Masyarakat Kolaka, BKM maupun Aparat Pemerintah harus senantiasa memiliki kesadaran dalam mewujudkan Kota Tanpa Kumuh ini, karena jika hanya salah satu pihak saja yang memiliki kesadaran dalam mewujudkan Program Kota Tanpa Kumuh, maka Kota Tanpa Kumuh tidak akan pernah terwujud. Penghargaan yang telah diberikan diharapkan bisa menjadi penyemangat dalam bekerja.

“BKM harus melakukan perbaikan pada sikap, sifat pada manusianya. Karena apalah gunanya kita membangunan fisik proyek namuan manuasianya rusak. KIta harus membangun manusianya juga, dengan pelatihan keterampilan atau lain sebagainya,” katanya.

Menurut Safei penyakit yang ada di tubuh manusia jika di persentase 80 persen berasal dari lingkungan. Jika lingkungan kotor maka bisa di yakini di lokasi tersebut terdapat banyak penyakit. sedangkan untuk yang 10 persenya bersal dari keturunan sedangkan sisanya penyakin kehendak yang maha kuasa.

“Kita harus mengajarkan masyarakat untuk hidup bersih dan sehat,” katanya

Sasaran pembangunan kawasan permukiman adalah pengentasan permukiman kumuh perkotaan menjadi 0 persen, tercapainya 100persen pelayanan air minum bagi seluruh penduduk indonesia dan meningkatnya akses penduduk terhadap sanitasi layak menjadi 100 persen pada tingkat kebutuhan dasar.

“Pencapaian target tersebut dinamai dengan “Gerakan 100-0-100”. Guna merealisasikan target tersebut tentu diperlukan kolaborasi dan dukungan semua pihak untuk pencapaianannya. Tujuan akhir dari kolaborasi adalah akselerasi program perumahan dan kawasan permukiman untuk pencapaian target 100-0-100. Kita semua sadar kalau untuk mewujudkan gerakan 100-0-100 tersebut bukanlah hal mudah,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kolaka H. Abbas mengatakan program Kotaku berlanjut pada 2018 ini bahkan anggaran yang turun untuk kabupaten Kolaka ada peningkatan yang pada 2017 hanya Rp5 miliar naik menjadi Rp7 miliar lebih.

“Untuk target di Kabupaten Kolaka yang telah masuk peta dalam penataan ada sekitar 100 hektar dan pada 2017 baru terealisasi sekita 6 hektar. Program ini tidak bisa sukses tanpa adanya dukungan dari masyarakat Kolaka,” tuturnya.(hud)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top