BERITA UTAMA

Tuntut Perbaikan Jalan di Muna, Demonstran Dibubarkan Pakai Gas Air Mata

Aksi demonstran tuntut perbaikan jalan poros Matarawa-Watupute di kantor DPRD Muna berakhir ricuh.FOTO: Ahmad/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Raha–Aksi demonstrasi puluhan masyarakat desa Matarawa kecamatan Watupute dalam menuntut perbaikan jalan poros Matarawa-Watupute di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muna berakhir ricuh. Kericuhan itu terjadi akibat massa yang tergabung dalam Aliansi Pergerakan Pemuda Pelajar Kecamatan Watupute ini kecewa tak ditemui anggota DPRD Muna.

Kordinator lapangan, Muh Samsul Alam dalam orasinya mengatakan, jalan poros didesa Matarawa sangat rusak parah. Kerusakan tersebut sudah terjadi sejak 25 tahun, namun hingga saat ini jalan yang panjangnya mencapai tiga kilometer tersebut tak kunjung diaspal. “Kalau seandainya hari ini tidak ada kejelasan, maka saya pastikan masyarakat desa Matarawa akan golpot pada pemilihan. Pemilihan apa pun,” ancamnya, Kamis (25/1).

Tidak hanya itu, Ia juga mengancam apabila anggota DPRD Muna tak ingin menemui mereka, maka kosekwensinya kantor DPRD Muna akan mereka segel. “Izinkan kami untuk tidur dan bermalam di gedung ini. Agar kita tidak makan debu. Kami sudah kenyang dengan debu. Kami juga ingin menghirup udara segar dan ber AC seperti yang dirasakan bapak-bapak anggota dewan yang terhormat,” katanya.

Sementara itu, Plt Sekretaris DPRD Muna, Usman saat menemui massa aksi mengucapkan permintaan maaf. Sebab saat itu Ketua DPRD Muna Mukmin Naini dan seluruh anggota Dewan sedang berada diluar daerah. “Aspirasi seperti ini harus diterima oleh pimpinan, atau anggota dewan yang terhormat. Namun pada hari ini, semua anggota dewan masih berada diluar daerah. Komisi satu dan Komisi tiga masih berada di Kendari,” jelasnya.

Tidak terima dengan penjelasan Plt Sekretaris DPRD Muna, massa aksi langsung mencoba menduduki kantor DPRD Muna. Namun mereka dihadang pengamanan dari polisi dan Satpol PP yang sudah membuat pagar betis. Alhasil, saling dorong antara petugas dan massa terjadi. Petugas keamanan menyemprotkan gas air mata ke arah peserta aksi yang saat itu terus memaksakan diri untuk masuk ke dalam kantor. Akibat semprotan gas air mata tersebut, konsentrasi massa terpecah. Satu orang peserta aksi menangis histeris karena tak mampu menahan perih gas air mata yang mengenai wajahnya. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top