MUNA

Diajak Makan Bakso, Siswi SMK Digarap di Hotel

KOLAKAPOS, Raha–Entah setan apa yang merasuki otak salah seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), yang bekerja sebagai staf Tata Usaha (TU) di SMKN 1 Raha berinisial RA, hingga tega melakukan tindakan asusila kepada siswinya, Melati (nama samaran). Oknum ASN itu dilaporkan oleh keluarga Melati (16) karena menggarap siswi kelas XI SMKN 1 Raha itu, di kamar hotel yang ada di kota Raha, Muna.
Berdasarkan pengakuan Paman korban, Gamsir pada awak media Jumat (26/1), perbuatan bejat RA dalam merenggut kesucian ponakannya itu terjadi pada Senin (21/1) malam lalu. Modusnya, RA menghubungi Melati via telepon, untuk mengajak makan bakso bersamanya.
“Senin (22/1) sekitar pukul 19.00 wita, dia (Melati, red) ditelepon oleh RA. Kemudian RA menjemput Melati di rumah temannya. Lalu diajak makan bakso. Saat itu dia (Melati, red) ikut saja ajakan pelaku,” ujarnya.
Usai makan bakso bersama, kata Gamsir, RA pun mengajak Melati kesebuah kamar hotel di dalam kota Raha. Hingga akhirnya, di kamar hotel itulah RA melampiaskan nafsunya dengan melakukan hubungan layaknya pasangan suami istri. “Setelah makan bakso, Melati langsung dibawa kesalah satu hotel di Raha. Di dalam hotel itulah korban disetubuhi oleh pelaku,” ungkapnya.
Tidak terima perbuatan keji yang dilakukan RA terhadap ponakannya itu, Gamsir bersama Melati dan ditemani kerabatnya melaporkan hal tersebut ke Polres Muna, Selasa (22/1) lalu. “Saya minta pelaku segera ditangkap dan di penjara,” tegasnya.
Terpisah, Kepala SPK Polres Muna Aiptu La Hamali, membenarkan adanya laporan masyarakat terkait perbuatan persetubuhan dibawah umur. “Laporannya sudah masuk dengan nomor : LP /17/1/2018/ Sultra/ SPKT Res Muna. Yang melapor korban sendiri inisial WN,” katanya.
Sayangnya, awak media belum mendapatkan perkembangan status perkara yang dilaporkan pada Selasa (22/1) tersebut. Sebab, Kasat Reskrim Iptu Fitrayadi sedang berada di luar daerah. Demikian pula Kapolres Muna AKBP Agung Ramos P Sinaga. Dimana pada saat awak media hendak menemui orang nomor satu dalam jajaran kepolisian Polres Muna itu, perwira polisi berpangkat dua melati di pundak ini sedang tidak berada di ruangannya. “Pak Kasat Reskrim lagi di Kendari, pak Kapolres lagi diluar. Kasus yang dilaporkan itu bukan pemerkosaan, tapi persetubuhan dibawah umur. Tapi jelasnya nanti dapat dikonfirmasi kepada Kasat Reskrim kalau sudah pulang dari Kendari. Saya mau rapat dulu yah,” singkat Kasat Intel Polres Muna Iptu Kaharuddin Kaindo, sembari masuk keruangan Waka Polres Muna Kompol Yusuf Mars.
Sementara itu, guru konseling SMKN 1 Raha Abrajab, membenarkan jika RA merupakan ASN staf TU SMKN 1 Raha dan Melati merupakan siswi di sekolah tersebut. Namun Ia tidak mengatahui secara pasti perbuatan asusila yang dilakukan RA kepada Melati. Alasannya, RA dan Melati sudah lama tidak masuk ke sekolah.
“Kejadiannya bukan di sekolah dan diluar jam sekolah. Memang korban siswi kelas dua disini dan oknum pelakunya juga pegawai disini. Tapi kami tidak tahu banyak apa yang terjadi terhadap korban. Karena korban tidak melaporkan ke sekolah. Memang korban sempat menemui salah satu guru di sekolah ini mau curhat katanya Selasa (22/1) lalu. Tapi, batal waktu itu karena korban tiba-tiba dijemput pamannya, Gamsir. Korban sudah tiga hari tidak masuk sekolah tanpa kabar. Demikian juga dengan oknum pegawai itu,” tandasnya. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top