METRO KOLAKA

DJL Sebut Banjir Di Tanggetada adalah Faktor Alam

KOLAKAPOS, Kolaka–Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit Pt. Damai Jaya Lestari (DJL), membantah jika banjir disebabkan karena dampak dari perkebunan kelapa sawit milik perusahaanya.

“Terjadinya banjir di beberapa desa di Kecamatan Tanggetada adalah fenomena alam,” ujar Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Tanam PT. DJL, Rindu Sagala, dalamHearing pada Senin (29/01).

Tuntutan dan aspirasi Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa (HIPPMA) Kolaka Selatan dan masyarakat yang meminta Pihak Perkebunan PT. Damai Jaya Lestari (DJL)bertanggung jawab terhadap banjir.

“Banjir itu alami, sebab kalau kita ketahui tanaman sawit itu tanaman yang menyerap air, jadi tidak mungkin disebabkan oleh adanya tanaman sawit, kalau waktu bukaan pertama saat pertama tanam mungkin saja, tapi ini tanaman sudah berumur, jadi tidak benar kalau itu penyebabnya” tutur Rindu

Meski demikian, Dalam hearing tersebut, Pihak PT. DJL mengakui jika saat bencana terjadi pihaknya hingga saat ini belum bisa berbuat banyak terkait banjir tersebut.
“Kami akui belum turun ke desa, karena waktu itu terus terang akses jalan juga lumpuh, makanya melalui forum ini mari kita sepakati bersama, apa yang dapat kami bantu, jangan dengan melakukan penahanan terhadap kendaran kami seperti beberapa waktu lalu,” terang Rindu.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Dwi Dharma menyatakan bahwa banjir memang sebuah fenomena, namun sedikitnya pasti ada campur tangan manusia.

“Banjir memang fenomena alam, tapi biar bagaimana pun pasti ada campur tangan manusia, makanya kalau saya dalam pertemuan ini mari kita bentuk tim untuk melakukan investasi mengenai hal ini, berapa besar pengaruh aktifitas DJL terhadap banjir, atau mungkin ada pihak lainnya,” ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat , Abbas, mengatakan bahwa faktanya saat ini adanya bencana banjir yang terjadi setelah adanya PT. DJL. “Faktanya saat ini ada bencana yang terjadi setelah ada aktifitas DJL, ini yang harus kita cari solusinya dulu,” terang Abbas.

Dalam Hearing yang dipimpin oleh wakil ketua DPRD Sudirman Tersebut, Mahasiswa meminta PT.DJL untuk bertanggung jawab terhadap berbagai kerusakan dan kerugian yang dialami warga pasca banjir beberapa waktu lalu.

“Disana ada tambak dan sawah yang rusak pak, ada masyarakat yang berhenti bekerja karena sawah dan tambaknya rusak, ini yang perlu di bantu, belum lagi kerugian lainnya, mana tanggung jawabnya dan kontribusi perusahaan,” ujar Anwar, perwakilan mahasiswa HIPPMA.

Akhirnya dalam kesepakatan tersebut, pihak DJL bersedia membantu meringankan dampak banjir tersebut dalam jangka pendek.
Dan pihak DPRD juga mengambil kesimpulan untuk membuat tim dan jangka panjangnya untuk mengakaji penyebab dan solusi dari banjir tersebut.(cr4)

Ket gam :
Susana RDP DPRD dengan PT. DJL

Foto : Mirwanto Kolaka Pos

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top