BERITA UTAMA

Empat Kandidat Diprediksi Bersaing di Pilrek USN

Ketua panitia pemilihan rektor (Pilrek) USN Kolaka, Yahyanto (kiri) bersama ketua senat, Nur Ihsan.

KOLAKAPOS, Kolaka–Empat kandidat diprediksi bakal bertarung pada Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka. Adalah rektor USN aktif Azhari, Wakil rektor I USN, Ruslin Hadanu dan dua calon lainnya dari Universitas Halu Oleo Kendari, Laode Baa dan Djafar Mey.
Meski batas penyetoran berkas tersisa beberapa hari lagi, namun hingga saat ini belum ada satupun bakal calon yang menyerahkan berkas pendaftaran. Hal itu diungkapkan ketua panitia Pilrek USN, Yahyanto saat ditemui di ruang sekretariat pendaftaran rektor, kemarin (29/1). “Mungkin mereka masih melengkapi dulu berkas yang lainnya. Karena pemeriksaan kesehatan yang dilakukan kemarin (24-25/1, red) itu, hanya salah satu beberapa persayaratan yang harus dipenuhi, termasuk tes bebas narkoba,” ujar dekan Fakultas Hukum USN Kolaka ini.
Yahyanto merinci, pendaftaran dan pemberkasan bakal calon Pilrek periode 2018-2022 yang dibuka sejak 11 Januari lalu itu, akan berlangsung hingga 9 Februari mendatang. Selanjutnya pada 21-23 Februari, bakal calon rektor akan ditetapkan oleh anggota senat. Pemilihan oleh anggota senat dan Menristekdikti berlangsung pada 2-9 April 2018.
Sementara itu di tempat yang sama, ketua senat USN Nur Ihsan menambahkan, sebanyak 21 anggota senat akan melakukan pemilihan kepada para calon rektor. Senat akan menetapkan tiga nama yang keluar sebagai calon rektor. Tiga nama terpilih kemudian akan diajukan kepada Kementerian Riset dan Teknologi Pendididikan Tinggi (Kemenristekdikti). Menristekdikti sendiri ikut menentukan siapa akan memimpin kampus yang juga memiliki gedung perkuliahan di Tanggetada itu. “Sebab 35 persen suara menjadi hak Kemenristekdikti,” jelasnya.
Terpisah, rektor USN Azhari memastikan akan tampil pada Pilrek yang pertama bagi USN Kolaka ini. Meski demikian, ia mengaku tidak memiliki persiapan khusus untuk menghadapi Pilrek tahun ini.
Pria yang telah menduduki jabatan pimpinan di kampus merah maron selama 14 tahun ini menambahkan, jika sebenarnya dirinya tak ingin lagi mencalonkan diri sebagai rektor. Namun, belum ada kader USN yang memenuhi syarat untuk menduduki jabatan rektor.
“Saya ini rektor yang tidak suka lagi dengan jabatan rektor. Mana ada rektor di Indonesia yang tidak ingin menikmati fasilitas rumah tangga dan jalan-jalan, cuma saya? Saya maju jadi calon rektor bukan karena mengejar jabatan dan fasilitas. Tapi karena kader-kader yang ada di USN hanya dua orang yang memenuhi syarat menjadi calon rektor. Ini kampus sudah terlalu lama saya bawa (dari kampus swasta hingga menjadi PTN, red). Kalau saya harus mengundurkan diri atau menyatakan tidak mau lagi di USN, itu artinya saya tidak bertanggungjawab terhadap apa yang saya bangun di kampus ini,” tegasnya. (kal)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top