METRO KOLAKA

Tambang Di Kolaka Turunkan Hasil Petani Udang

KOLAKAPOS, Kolaka–Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Kecil Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Kolaka, Umar sakka memprediksi penunuran hasil budidaya udang di Kolaka diakibatkan karena faktor cuaca dan pertambangan nikel. Setiap tahun panen Udang di Kolaka mengalami penurnan terutama lokasi pembudidaya yang berada di sekitar wilayah pertambangan.

“Pada tahun 2016, produksi udang sekitar 4.000 ton. Sedangkan di tahun 2017 hanya sekitar 3.400 ton. Adapun salah satu penyebab turunnya produksi udang di tahun 2017 yaitu pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan tambang yang beroperasi di Kecamatan Wolo,” ungkap Umar.

Umar menjelaskan, dengan adanya aktifitas pertambangan di Kecamatan Wolo, membuat sekitar lebih 300 hektar tambak udang milik petani tercemar. Sehingga produksi udang di wilayah tersebut tidak maksimal.

“Akibat adanya aktifitas tambang, tambak milik petani tercemar oleh debu. Itulah yang menyebabkan produksi tidak maksimal. dalam hal ini pemerintah kabuapten telah mekaukan mediasi antara perusahaan dan pemilik tambang. Alhamdulilah ada jalan keluar,” tuturnya.

Kata Umar, belum maksimalnya produksi udang di Kabupaten Kolaka karena masih ada sejumlah tambak yang belum di garap oleh pemiliknya. Olehnya itu, untuk meningkat kembali produksi udang, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemilik lahan tidur untuk mengelolahnya.

“Di Kolaka ini masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan seperti di Desa Babarina, Kecamatan Wolo. Di daerah tersebut terdapat sekitar 900 hektar lahan yang tidak dikelolah. Rencananya kami akan tawari warga agar kami memanfaatkan lahan tersebut. Adapun keuntungannya akan diberikan kepada warga dan dimasukkan ke kas daerah,” ujarnya. (hud)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top