BERITA UTAMA

Warga Tampo Tolak PT Seleraya Agri

Ratusan warga desa Tampo berdemo tolak aktifitas penanaman jati yang dilakukan PT Saleraya Agri di dalam kawasan hutan produksi kecamatan Napabalano.FOTO:Ahmad/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Raha–Ratusan warga desa Tampo, kecamatan Napabalano, menggelar unjukrasa di depan kantor Bupati Muna. Dalam aksi tersebut, demonstran yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat itu, meminta agar Bupati Muna LM Rusman Emba tidak memberikan izin pada PT. Seleraya Agri, untuk melakukan aktifitas penanaman kayu Jati di dalam kawasan hutan produksi kecamatan Napabalono.
Sebab, di dalam kawasan hutan produksi tersebut sudah digunakan oleh masyarakat untuk bercocok tanam dan hingga saat ini, kawasan hutan produksi itu pun telah menjadi penopang kelangsungan hidup masyarakat di desa Tampo. Hal tersebut diucapkan ketua kesatuan pelajar dan mahasiswa Napabalano Raya, LM Aminuddin Putra saat melakukan orasi di depan kantor bupati Muna, Senin (29/1).
Tidak hanya itu, demonstran juga mendesak agar Pemkab Muna segera membentuk tim khusus, untuk berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup guna mempertanyakan izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu, yang diperlihatkan oleh PT Saleraya Agri saat ingin mengelola kawasan hutan di kecamatan Napabalano, untuk dijadikan lokasi penanaman kayu Jati milik perusahaan PT Saleraya Agri. Pasalnya, izin usaha yang diperlihatkan perusahaan tersebut menurut mereka cacat hukum dan tidak prosedural.
“Kami masyarakat Napabalano tidak ingin dijadikan budak di tanah kelahiran sendiri. Tolak PT Seleraya Agri,” tegasnya.
Lebih lanjut mereka menilai, PT Seleraya Agri telah melakukan pembodohan pada masyarakat. “Dari data upah yang disebar ke masyarakat selama empat tahun, upah kerja dirata-ratakan Rp18 ribu perhari per hektar dan bagi hasil tanaman jati Rp93 juta untuk jangka waktu 10-15 tahun,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Muna LM Rusman Emba, berjanji segera membuat tim khusus guna mencari akar pokok permasalahan tersebut. “Kita akan bentuk tim. Kalau tim mengatakan tidak ada aktifitas, maka tidak boleh ada aktifitas. Keinginan kami hanya satu, Muna harus bangkit dari keterpurukan,” tegas orang nomor satu di Bumi Sowite ini saat menemui massa di ruang rapat kantor bupati yang disaksikan Kapolres Muna AKBP Agung Ramos P Sinaga, Dandim 1416/Muna Letnan Kolonel Inf. Idris Hasan, Plt Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Unit VI Muna, Unding, pihak perusahaan PT Seleraya Agri serta ratusan masyatakat desa Tampo. (m1/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top