KONAWE

Polres Konawe Gelar Simulasi Pemusnahan Bahan Peledak

Personil brimob gegana unit penjinak bom Polda Sultra saat melakukan simulasi pemusnahan bahan peledak.FOTO:Husman/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Unaaha–Polres Konawe mengelar simulasi pemusnahan bahan peledak pada Selasa (31/1). Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk pembekalan kesiapan siagaan personel kepolisian menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Konawe dan Pemilihan gubernur (Pilgub) Sultra dalam mengantisipasi terjadinya konflik pilkada yang menimbulkan penggunaan bahan peledak.

Simulasi ini dilakukan oleh tenaga ahli dari personil Brimob Gegana unit penjinak bom (jibom) Polisi Daerah (Polda) Sultra di depan makopolres Konawe. Simulasi yang dilakukan kemarin juga menggunakan bahan peledak tingkat rendah (low expolif).

Iptu I Made Edi Sastrawan, Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) dari brimob gegana unit jibom polda sultra, mengatakan simulasi peledakan yang dilakukan tadi merupakan pemusnahan peledak dengan daya ledak low expolif, namuk kata dia, meski bahan yang di gunakan tergolong rendah akan tetapi efek ledakanya bisa membahayakan ketika berada di dalam radius 50 meter.

Untuk itu, lanjut dia, ketika ada bahan peledak yang di temukan pada saat pilkada atau kegiatan di luar pilkada, maka yang harus di lakukan terlebih dahulu melakukan pengamanan wilayah dengan radius 50 sampai 100 meter, setelah itu menunggu tim jibom untuk di tindak lanjuti.

“Kalau ada barang bukti (bom Red) dan dianggap berbahaya maka barang itu harus cepat di musnahkan. Kalau yang tadi itu ledakanya low explosif dengan radius keamanan 50 meter,” kata I Made.

Di tempat yang sama, Kabag Ops Polres Konawe, Kompol Jufri Andi Singke menyampaikan, kegiatan yang dilaksanakan persolil polres konawe dan seluruh jajaran polsek, merupakan proses pengamanan pilkada mulai dari pengamanan pengiriman kotak suara sampai simulasi pemusnahan bahan peledak jika di temukan dan di duga bahan peledak.

Di jelaskan Jufri, Ketika di temukan dan di duga ada bahan peledak oleh personil polisi atau masyarakat, yang harus dilakukan yakni mengamankan wilayah dan menunggu tim penjinak bom. Dia juga melarang personil polisi mendekati area yang di duga bom karena tugas ini merupakan tim penjinak bom yang meiliki keahlian khusus.

” Ketika terjadi konfil dan ada bom disitu, kita hanya akan melakukan evakuasi masyarakat, artinya kita mengamankan dulu wilayah kemudian mengamankan status area bom. Setelah itu kita melaporkan ke polda melalui kapolres, nanti kapolda akan memerintahkan tim protap penjinak bom dari brimob untuk menindak lanjuti laporan tersebut, ” Kata Jufri.(m4)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top