BERITA UTAMA

Dipertanyakan, Pengadaan Obat di RS Harifa

Net/ilustrasi

KOLAKAPOS, Kolaka–Cara memperoleh obat Rumah Sakit (RS) bersalin Harifa di Kolaka perlu dipertanyakan. Pasalnya, rumah sakit yang khusus menangani pasien ibu hamil itu sudah tak punya Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan izin gangguan (HO) aktif.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kolaka, Amradi Lahama saat ditemui di kantornya, Rabu (31/1). Dikatakannya, meski izin HO RS swasta itu sudah kadaluarsa DPM-PTSP masih memberikan kesempatan RS Harifa untuk menjalankan usahanya, sebab saat ini izinnya masih diperpanjang. “Untuk RS Harifa izinnya ada, hanya memang sudah kadaluarsa dan sementara dalam pengurusan perpanjangan,”ujarnya.

Hanya saja, menurut dia sebuah rumah sakit wajib memiliki izin HO. Karena, apabila tidak memiliki izin itu maka menyebabkan oporesional rumah sakit tersebut terhambat. “Karena setahu kami untuk apotik RS tidak dapat memperoleh obat pada perusahaan obat tertentu kalau tidak ada izin itu,” ujarnya.

Armadi juga heran, RS Harifa yang belum lama ini dituding telah melakukan malpraktik, yang menyebabkan pasien dan bayinya meninggal saat bersalin itu bagaimana mendapatkan obat pada perusahaan obat tertentu. “Kami tidak tau juga kalau ada cara-cara lain ya, tapi yang pasti kalau setahui kami harus ada izin itu,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kolaka, Harun Massiri belum dapat memberikan konfirmasi terkait hal itu, dihubungi via selulernya sedang tidak aktif. (kal/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top