KONAWE SELATAN

Fasilitas Tidak Memadai, Pasar Baru Palangga Tuai Kritikan

KOLAKAPOS, Andoolo–Keputusan Pemkab Konsel, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), untuk memindahkan para pedagang dari pasar tradisional Palangga ke gedung baru yang bersumber dari BUMN, menuai banyak kritikan baik pemerintah kecamatan maupun dari para pedagang.
Sekertaris Dinas Perindag Konsel, Ali Tondu mengatakan, Disperindag telah melaksanakan kegiatan pencabutan lot antara pedagang dalam menentukan kepemilikan kios dan los yang telah disediakan, dan pekan depan akan difungsikan kembali Pasar baru tersebut. Dimana sempat terhenti karena fasilitas pasar yang tidak memadai.
“Pekan depan pasar baru ini sudah bisa difungsikan, karena fasilitas yang diperlukan oleh pedagang kami sudah penuhi dan mudah-mudahan berjalan lancar,” katanya.
Namun pernyataan Sekdis tersebut, rupanya dikritik oleh Camat Palangga Djalil, pihaknya menilai keputusan tersebut sangat terburu-buru dan terkesan dipaksakan. Pertimbangannya fasilitas pasar yang baru tersebut, sangat tidak memadai untuk digunakan oleh para pedagang.
“Inisiatif dari Disperindag melalui kepala bidangnya, untuk difungsikannya pasar itu belum tepat. Fasilitas pasar yang baru, tidak dapat digunakan dan difungsikan oleh para pedagang,” ujarnya.
Contohnya saja, lanjut Djalil, fasilitas pasar seperti listrik sama sekali belum ada di dalam pasar tersebut. “Begitu juga dengan air, towernya itu hanya satu kalau hanya penjual ikan itu tidak cukup, apalagi mau mencukupi pedagang lain itu sangat tidak masuk akal. Disperindag bilang Listrik sudah masuk, tapi coba cek sekarang di pasar, tidak ada sama sekali. Ditambah lagi, akses jalan yang sangat tidak memungkinkan untuk dilalui para pedagang, karena jalan masuk kepasar yang dibuatkan oleh Pemda Konsel sangat jauh dari harapan, terlebih lagi jalan yang ada di dalam pasar sangat memprihatinkan,” ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakannya, jalan masuk pasar lebarnya hanya kurang lebih tiga meter, kalau dua mobil berpapasan tidak bisa dilalui, kemudian jalan yang ada di dalam pasar kalau kering tidak ada masalah. Tapi kalau sudah turun hujan, jalan di dalam pasar tidak bisa dilalui karena jalannya yang berlumpur.
“Sebelumnya kita telah memberikan saran dan masukan dengan meminta, agar dilakukan penimbunan jalan terlebih dahulu, sebelum difungsikannya kembali pasar baru tersebut, sehingga akses jalan ke pasar memadai akan tetapi pihak dinas tidak mempunyai upaya tentang hal itu,” bebernya.
Salah satu pedagang pasar Palangga, Ahmad juga mengkritisi hal tersebut, dikatakannya pada saat pencabutan lot, para pedagang sangat antusias untuk mengikuti, karena akan pindah ke pasar yang penuh dengan fasilitas. Namun, harapan tidak sesuai dengan kenyataan karena setelah pencabutan lot dilakukan dan meninjau lokasi pasar yang nantinya akan ditempati itu kondisinya sangat parah dari sebelumnya.
“Fasilitas apa yang mau digunakan disitu. listrik belum ada, air hanya ada satu tower, kunci gembok pintu kios sudah copot, jalan di dalam pasar belum diperbaiki, jika kita tinggali pasar ini yang ada bukan untung tapi rugi,” keluhnya.
Dengan kondisi tersebut, Ahmad berharap sebelum pemindahan dilakukan terlebih dahulu dilakukan perbaikan fasilitas seperti jalan, listrik dan air, sehingga pedagang tidak mengalami kerugian seperti yang pernah dialami sebelumnya. (k5/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top