BERITA UTAMA

Muh Zayat Kaimuddin Disebut Dewan, Saat Diperiksa Jadi Saksi Korupsi DAK Muna

KOLAKAPOS, Raha–Derik atau Muh Zayat Kaimuddin kembali disebut-sebut oleh anggota Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muna saat diperiksa sebagai saksi pada perkara tindak pidana dugaan korupsi DAK Muna tahun 2015 dengan perkara pembayaran proyek menyebrang ke tahun 2016. Disebutnya nama eks Pj Bupati Muna Muh Zayat Kaimuddin ini, lantaran Ia yang melakukan penandatanganan dokumen Peraturan Bupati (Perbub) untuk mencairkan dana DAK tambahan senilai Rp110miliar pada saat itu. “Ini peraturan bupati, merupakan penjabaran tentang perubahan APBD yang khususnya itu adalah DAK tambahan. Masih Derik (Muh Zayat Kaimuddin. Red), kan Pj. Kalau peraturan Bupati diteken sama bupati dibuat oleh Pemda,” ucap anggota Komisi III DPRD Muna Laode Iskandar pada awak media usai menjalani pemeriksaan di kantor Kejari Muna Kamis, (1/2)

Menurut Iskandar, dikeluarkannya Perbub tersebut, lantaran mengacu pada Peraturan Mentri Dalam Negeri (Permendagri). Namun, politisi PDIP ini tidak mengetahui nomor Permendagri yang digunakan tersebut. “Saya lupa Permennya. Kan disini yang dipersoalkan adalah rujukannya adalah permen, tapi saya lupa itu,” kilahnya

Ditempat yang sama, anggota Komisi satu DPRD Muna La Ode Frebi Rifai mengatakan, anggota Banggar DPRD Muna pada 2015-2016 sebanyak 19 orang. “Kalau kita mengacu pada tata tertib itu, kurang lebih 18 sampai 19 anggota Banggar. Itu normalnya. Ini termasuk tiga pimpinan,” ungkapnya

Politisi PDIP ini juga mengungkapkan, fokus peneriksaannya siang itu mengacu pada Perbub yang sudah berubah-ubah. “Kalau saya melihat fokusnya itu di Perbub yang sudah dirubah sampai lima kali. Saya juga baru tahu itu dirubah sampai lima kali,” katanya

Sementara, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna menegaskan, semua yang terkait dengan pengelolaan keuangan tersebut yang ada kaitannya dengan pembayaran maka semua akan dipanggil oleh penyidik Kejari Muna termasuk Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Ketua (Pimpinan Banggar DPRD Muna Mukmin Naini. Red) sudah kita susun skejulnya, termasuk TAPD kerena dia yang bertanggung jawab juga terhadap pengelolaan keuangan, dari sisi pemerintahannya,” tegasnya

Disinggung terkait nama Pj Bupati Muna, Muh Zayat Keimuddin yang disebut-sebut oleh anggota Banggar DPRD Muna, apakah penyidik Kejari Muna akan melakukan pemanggilan terhadap eks Pj Bupati tersebut untuk diperiksa dalam perkara yang telah menyeret tiga nama tersangka pada perkara pembayaran proyek menyebrang tahun yang menggunakan dana DAK Muna 2015 yakni Kepala DPPKAD Muna Ratna Ningsih Lunento, Kabid Anggaran DPPKAD, Laode Muhammad Taslim dan Kabid Binamarga, La Sanudi, Badrut Tamam menegaskan penyidik tetap akan melakukan pemanggilan. “Semua kita panggil,” tandasnya

Untuk di ketahui, pantauan Kolaka Pos sejak Rabu, (31/1) hingga Kamis (1/1) sudah delapan anggota DPRD Muna yang diperiksa oleh penyidik Kejari Muna, mereka adalah Awal Jaya Bolombo Politisi Partai Demokrat, Alibasa (PPP), La Sanusi (PAN), Laode Naftahu (PKB), La Ode Frebi Rifai (PDIP), Laode Iskandar (PDIP), Abdul Rajab Biku (PAN), dan Laode Gamuna (PKB). (m1/b/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top