METRO KOLAKA

SD Negeri 3 Lamokato Terapkan Gerakan Cinta Mekongga

KOLAKAPOS, Kolaka–Sekolah Dasar (SD) Negeri 3 Lamokato sejak awal tahun ini sudah mulai menerapkan Gerakan Cinta Mekongga (GCM) kepada semua siswa. Gerakan cinta budaya Mekongga merupakan program pemerintah daerah (Pemda) Kolaka guna untuk terus melestarikan budaya suku Mekongga. Apalagi dengan semakin pesatnya perkembangan zaman tentunya dapat mempengaruhi keberadaan budaya itu sendiri.

Kepala SD Negeri 3 Lamokato Hj Imamong mengatakan, program gerakan cinta Mekongga merupakan program yang sudah lama dinantikan dan kini program tersebut mulai diterapkan di setiap siswa. Pasalnya saat ini dengan semakin pesatnya perubahan zaman tentunya perlahan tapi pasti keberadaan budaya Mekongga yang ada di Kolaka mulai terlupakan akibat semakin berkembang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).

Untuk itu melalui program ini pihaknya sudah mulai menerapkan kepada siswa terkait cinta budaya Mekongga. Sehingga sejak dini siswa paham terkait kebudayaannya dan tidak mudah melupakannya.

“Kami sudah rapatkan kepada orang tua siswa terkait program tersebut, dan Allhamdulillah orang tua siswa merespon baik. Sebagai langkah awal kami mulai memperkenalkan seperti apa ciri khas budaya Mekongga mulai dari bahasa, tarian dan adat istiadat. Selain itu setiap hari kamis siswa dan guru wajib memakai baju adat Mekongga, kita juga mulai pelan-pelan mengunakan bahas Mekongga di setiap hari kamis.” ungkapnya.

Menurutnya, budaya Mekongga harus selalu di jaga dan dilestarikan, sebab budaya merupakan warisan nenek moyang kita yang merupakan ciri khas suatu daerah.

“Budaya merupakan warisan leluhur yang harus dipertahankan. Dan kita inginkan sejak dini kita perkenalkan sehingga otomatis jika mereka sudah dewasa siswa sudah paham betul terkait budayanya ” jelasnya.

Apa lagi kata Hj Imamong, dengan budaya yang kita miliki, jika kita kembangkan maka tidak menutup kemungkinan daerah kita akan semakin dikenal karena memiliki ciri khas budaya.

“Belajar dari pengalaman dengan daerah yang lain, mereka bisa terkenal karena budayanya. Kenapa mereka bisa kita tidak bisa? Inilah yang harus kita bangkitkan agar budaya kita semakin dikenal khususnya dikanca nasional. Meski asal saya dari luar Kolaka, tapi saya sudah anggap Kolaka adalah milik saya jadi saya akan terus berusaha mempertahankan budaya Mekongga yang kita cintai ini,” bebernya.

Olehnya itu, pihaknya meminta agar Pemda Kolaka melalui Diknas Kolaka segera membuat kurikulum dan buku panduan, serta pelatihan khusus untuk bahasa Mekongga, sehingga semakin memberikan pemahaman baik kepada siswa maupun guru terkait budaya Mekongga.

“Saya inginkan siswa tau dan paham tentang budaya Mekongga ” tutupnya. (K9/hud).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top