KOTA KENDARI

Sultra Surplus Beras

KOLAKAPOS, Kendari–Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sulawesi Tenggara, Muhammad Nasir, mengatakan produksi beras di daerah ini surplus 93.000 ton.

“Setelah dikurangi dari tingkat kebutuhan beras bagi warga Sultra sekitar 2,7 juta jiwa, maka kita masih surplus beras sekitar 93.000 ton,” kata Muhammad Nasir, di Kendari, Rabu.

Ia mengatakan, dengan hasil produksi beras yang surplus tersebut maka banyak yang diantarpulaukan ke luar Sultra seperti Sulawesi Selatan.

“Artinya, banyak pedagang dari Sulsel yang datang membeli gabah di Sultra, juga termasuk pedagang dari Jawa Timur kemudian diolah menjadi beras dan dijual kembali ke Sultra,” katanya.

Menurut Nasir, meskipun saat ini banyak beras yang didatangkan ke Sultra melalui jalur perdagangan, pada dasarnya Sultra sudah surplus beras.

“Memang ada beras yang masuk, hal itu biasa dalam perdagangan. Akan tetapi, secara kuantitas dan kualitas Sultra sudah surplus,” katanya.

Dijelaskan, Sultra sudah di atas dari swasembada beras yang disebut surplus, karena swasembada itu maksudnya sudah mencukupi kebutuhan lokal, sedangkan Sultra sudah melebihi dari kebutuhan.

Disebutkan, luas lahan padi, yakni 132 ribu hektare yang tersebar di beberapa kabupaten kota, terutama pada daerah sentra produksi padi. (p2/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top