METRO KOLAKA

Bajet Kajian Akademik Kolsel Rp 385 Juta

ilustrasi/net

KOLAKAPOS, Kolaka — Wilayah Kabupaten Kolaka yang luas membuat sejumlah warga yang berada di bagian selatan daerah tersebut menginginkan menjadi otonomi baru. Salah satu alasannya masyarakat Kolaka Selatan (Kolsel) jarak rumah warga dengan ibukota kabupaten yang jauh. Pemekaran Kolsel terus dilakukan oleh tim Formatur dan pemerintah Kolaka. Bahkan pada 2018 ini Pemkab Kolaka mengelontorkan dana 385.900.000 untuk melakukan kajian akademik.

“Sebagai bentuk dukungan, Bupati Kolaka memerintahkan pembentukan formatur. Saat ini formatur telah terbentuk. Adapun tugasnya yaitu untuk melakukan sosialisi ke masyarakat terkait rencana pemekaran Kabupaten Kolaka Selatan yang akan kami mulai gelar pada akhir Januari ini,” kata Sekretaris Formatur Pemekaran Kolaka Selatan, Arifin Jamal.

Lanjut ia mengatakan pemekaran Kabupaten Kolsel telah direncanakan lebih dulu dibanding pemekaran Kolaka Timur. Hanya saja, pada saat itu, pihak Pemkab Kolaka lebih fokus pada peningkatan status Kabupaten Kolaka menjadi Kota Kolaka.

“Kalau jadi Kota Kolaka, maka secara otomatis Kabupaten Kolaka akan bergeser ke selatan. Sehingga, pada saat itu lebih difokuskan peningkatan status menjadi Kota Kolaka,” jelasnya.

Arifin optimis, dengan melihat potensi yang dimiliki saat ini, maka lima kecamatan yang berada di bagian selatan Bumi Mekongga yaitu Pomalaa, Tangketada, Watubangga, Polinggona, dan Toari dapat memenuhi syarat sebagai kabupaten persiapan. “Berdasarkan peraturan, kabupaten persiapan dapat terbentuk apabila memiliki lima kecamatan dan itu sudah terpenuhi. Apalagi di daerah tersebut terdapat bandara, pelabuhan dan kampus,” tukasnya.

Semantara itu Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kolaka, Muhammad Azikin menambahkan, sebagai bentuk dukungan terhadap pemekaran Kabupaten Kolaka Selatan, Pemkab Kolaka juga telah menyiapkan anggaran di tahun 2018 ini untuk kajian akademik.

“Jadi untuk mengetahui layak atau tidaknya suatu daerah menjadi kabupaten baru maka diadakan kajian akademik. Kami juga sudah menyiapkan anggaran untuk itu sebesar Rp 385.900.000. Rencananya kajian akademik akan dimulai pada Maret mendatang dan kami akan bekerjasama dengan Universitas Halu Oleo,” ujarnya.(hud)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top