METRO KOLAKA

Sefei Resmikan Bangunan 18 Miliar

KOLAKAPOS, Kolaka — Bupati Kolaka H. Ahmad Safei meresmikan Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM) di jalan baypass Kolaka-Pomalaa kelurahan Tahoa. Bangunan yang dominan berwarna Orange-Putih tersebut menggunkan anggaran sekitar 18 miliar dari APBN.

Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kolaka, Ahmad F mengatakan Bangunan yang berdiri diatas tanah seluas 2 hektar tersebut menyediakan 24 lokal bagi para pengusaha. Tidak hanya bangunan, fasilitas lainnya yang dibutuhkan untuk berwirausaha juga disediakan seperti mesin pencetak baliho, mesin pembuatan roti, mesin sablon.

“Bantuan tersebut didapatkan berkat usaha Pemkab Kolaka dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di Bumi Mekongga. Banyak pemerintah daerah yang menginginkan SIKIM dibangun di daerahnya. Tapi, karena usaha Bupati Kolaka, maka pemerintah pusat memilih Kolaka. Kami di ini SKPD hanya melaksanakan perintah. Jadi yang punya peran besar adalah Bupati Kolaka,” katanya.

Lanjut Ahmad ia mengakui dari jumlah 24 lokal hingga saat ini belum ada yang mengisi. Pasalnya untuk pengusaha yang akan menempati harus melalui seleksi dan persetujuan dari Bupati Kolaka.

“Nanti untuk pengusaha yang akan menempati harus bisa memenubi beberapa persyaratan serta bersedia menandatangi perjanjian antara pemda kolaka dan pengusaha. Kami dinas Perindag akan berusaha mengembangkan SIKIM ini,” tambahnya.

Semantara itu, Bupati Kolaka Ahmad Safei mengakui bahwa dana yang digunakan memang bersumber dari APBN. Namun, kata dia bantuan tersebut didapatkan karena adanya upaya dari pemerintah daerah.

“Memang dari APBN. Tapi kan itu tidak akan datang dengan sendirinya kalau tidak ada upaya. Apalagi ada ratusan kabupaten atau kota yang menginginkannya. Dan memang ini tidak bisa dibangun jika hanya mengandalkan APBD. Sebab PAD Kolaka hanya Rp 70 miliar. PAD sebesar itu untuk membiayai rutinitas seluruh SKPD saja mungkin tidak cukup. Jadi harus ada upaya untuk mendapatkan sumber dana lain,” ujarnya.

Lanjut ia mengatakan dengan besarnya anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan SIKIM, maka dirinya mengingatkan instansi terkait untuk mengelola fasilitas tersebut dengan baik.

“Ini harus ditata dengan baik. Jadi harus jauh lebih bagus dari pasar dan ruko. Jika selama tiga bulan terlihat tidak dipelihara dan dikelola dengan baik sesuai dengan maksud dan tujuannya dibangun, maka pengusaha yang menempatinya disanksi. Tapi jika dalam setahun juga belum ada perubahan, maka kontraknya diputus,” tambahnya.(hud)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top