SULSELBAR

Warga Keluhkan Sapi Berkeliaran di Tamanggapa

KOLAKAPOS, Makassar – Pengguna jalan poros Tamanggapa-Antang mengeluhkan kondisi jalan yang mereka lalui kerap dilintasi hewan ternak seperti sapi. Bahkan hewan tersebut sempat merusak kaca, spion dan bodi mobil.

Rasidin warga yang berdomisili di Antang, mengatakan, ternak warga yang berkeliaran sampai di ruas jalan sudah sangat mengganggu. Bahkan katanya ternak sapi yang dilepas liar sampai ke ruas jalan juga nyaris mencelakai sejumlah pengguna jalan.
Rasidin menceritakan pengalamanya, saat melewati jalan Tamanggapa yang hendak berjualan nasi kuning di Samata. Kecamatan Lasolo Kamis kemarin, Tiba-tiba sekelompok ternak sapi melintas di tengah jalan, hingga mematahkan kaca spion mobilnya. Padahal, ia telah menghentikan kendaraannya saat berpapasan dengan hewan ternak.
”Ini sangat mengganggu dan mengancam para pengguna jalan. Harus ada langkah-langkah yang diambil pemerintah, jangan dibiarkan begini terus,” pinta kepada BKM.
Rasidin mengakui ternak sapi yang berkeliaran di jalan tersebut, sudah berlangsung lama. Namun pemerintah daerah sepertinya tidak serius menangani permasalahan tersebut. Untuk menangani permasalahan tersebut, Pemkot Makassar harus membuat peraturan daerah (Perda) tentang penertiban hewan ternak. Sehingga bila ada hewan ternak yang berkeliaran di jalan, tentu harus diamankan. Jika tidak ada warga yang mengakui hewan ternaknya, maka ternak itu bisa disembelih. Supaya ada sanksi tegas kepada pemillik ternak tersebut. “Hal itu yang bisa memberikan efek jera,” jelas Rasidin.
Menyikapi hal itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar menagih janji pemerintah kota (Pemkot) untuk membuatkan jalur khusus untuk sapi-sapi yang ada di daerah Manggala.
Hingga kini belum ada penaganan terhadap sapi-sapi yang berkeliaran di daerah Manggala, bahkan kemunculan sapi ini membawa keresahan masyarakat dan penggendara. Selain menyebabkan kerusakan pada kendaraan, sapi yang melintas terkadang memakan jualan warga sekitar.
Anggota Dapil IV Panakkukang dan Manggala Kota Makassar, Jufri Pabe mengatakan, seharusnya pemerintah kota membuatkan jalur khusus untuk para sapi untuk melintas, agar tidak mengganggu para pengendara dan masyarakat sekitar. Hanya saja, memang, jelas Jufri, hingga kini belum ada kepedulian pemerintah untuk daerah tersebut.
“Seharusnya ada jalur khusus, tapi sampai sekarang belum. Peternak disanakan orang kassi, kassi itukan hanya bagian utara, harusnya memang pemerintah setempat membuatkan jalur khusus. Sebab kita sudah usulkan itu,” ungkapnya di ruang DPRD Makassar, kemarin.
Lanjut legislator Fraksi Hanura ini, sesuai sepengetahuannya ada anggaran untuk membaut jalur sapi di Manggala. Hanya saja, realisasi dan pelaksanaanya belum terlihat di lapangan.
“Kan ada dari pemkot tidak seberapa juga anggarannya, karena kasian masyarakat juga dilarang berternak, karena memang kawasan itu untuk para peternak sapi. Ada juga RPH disana jadi dimana ada RPH pasti ada peternakan disitu,” jelasnya.
Anggota Komisi A DPRD Makassar ini menambahkan, pemerintah perlu melakukan sosialisasi ke pemilik ternak untuk mengatur jam-jam dimana pengendara dan masyarakat kurang beraktivitas, seingga tidak ada oknum yang dirugikan akibat tersebut.
“Kalau pemilik, itu saja kita sudah sampaikan agar melepas ternaknya subuh dimana pengendara sedikit melintas dan mengembalikan di jam 15.00 sore dimana belum ada pekerja yang pulang. Peternak juga pasti mengerti jika diberi tahu,” ujarnya.
Anggota Dapil IV Manggala lainnya, Hamzah Hamid juga menuturkan hal yang sama, agar ternak sapi yang melintas tidak menganggu para pengendara, pemerintah perlu memberikan jalur lain untuk para sapi melintas menuju TPA. Terlebih lagi ada faktor yang mendukung dari adanya ternak sapi di Manggala.(bkm/fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top