BERITA UTAMA

Enam Jam Diperiksa Jaksa, Wakil Ketua DPRD Muna Cuek pada Wartawan

KOLAKAPOS, Raha–Penyidikan dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Muna tahun 2015 terus bergulir. Kali ini giliran Wakil Ketua DPRD Muna, La Ode Dirun yang diperiksa oleh tim penyidik Kejari Muna. Politikus Golkar tersebut diperiksa secara tertutup diruangan Kasi Intel Kejari Muna mulai pukul 9.00 wita hingga pukul 13.30 wita. Sayangnya, usai diperiksa oleh penyidik, Wakil Ketua DPRD Muna ini enggan memberikan keterangan seputaran pemeriksaannya siang itu pada awak media yang sudah lama menanti di teras kantor Kejari Muna. “No komen. Cukup itu aja yah, pokoknya sudah selesai pemeriksaan,” ucapnya sembari tersenyum dan meninggalkan kerumunan awak media menuju ke kendaraan mewahnya.

Terpisah, Kajari Muna Badrut Tamam mengatakan, Laode Dirun diperiksa atas kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) pada pembahasan perubahan penjabaran APBD Muna 2015 maupun 2016. Saat pemeriksaan, Wakil Ketua DPRD Muna itu tidak membawa dokumen yang diperlukan oleh penyidik. Justru ucap pria tegap kelahiran kepulauan Madura ini, Laode Dirun membawa setumpuk dokumen Kebijakan Umum APBD Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA- PPAS) DAK Reguler 2015. “Dia (Laode Dirun) salah bawa dokumen. Kita minta perubahan tapi dia bawa yang regulernya,”ujarnya

Menurut Badrut Tamam, total DAK Perubahan 2015 senilai Rp110 miliar. Namun saat itu Rp65miliar sudah digunakan. Kemudian, Pemkab Muna kembali mencairkan Rp45 miliar DAK Perubahan tersebut pada tahun 2016. “Kan diperubahan APBD ada Rp110 miliar, tetapi tidak cair semuanya. Rp45miliar itu, cair di 2016 dengan adanya Perbup untuk dibayarkan ke 60 paket pekerjaan jalan dan irigasi,” bebernya

Lebih lanjut Ia mengatakan, sejatinya Senin siang itu, penyidik telah mengagendakan dua pemeriksaan yakni Wakil Ketua DPRD Muna Laode Dirun dan mantan Sekretaris DPRD Muna, Ari Asis. Hanya saja, Ari Asis tidak sempat hadir. “Sekretaris Banggar Ari Asis juga diperiksa. Namun yang bersangkutan tidak bisa hadir. Dia mohon waktu hari Kamis, karena ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkannya. Ada suratnya juga,” ucapnya

Badrut Tamam menegaskan, dalam penyidikan perkara DAK ini, pihaknya juga akan melayangkan panggilan terhadap Ketua DPRD Muna, Mukmin Naini dan Sekda Muna, Nurdin Pamone hingga Pj. Bupati Muna Muhammad Zayat Kaimoeddin. “Ketua Dewan (Mukmin Naini) nanti kita jadwalkan. Termasuk Ketua TAPD (Nurdin Pamone). Semua pihak yang terkait dengan itu (DAK Muna 2015), pasti akan dimintai keterangan,” tandasnya. (m1/b/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top