BERITA UTAMA

DPRD Konsel Minta agar Izin HGU PT. KII tak Diperpanjang

KOLAKAPOS, Andoolo — Anggota komisi I DPRD Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), bersama pemerintah setempat dalam hal ini kepala desa, turun langsung ke lapangan terkait Izin lahan HGU PT. Kapas Indah Indonesia (KII), yang terletak di Desa Lambaka, Desa Ambesea Kecamatan Laeya dan Desa Lalonggombu Kecamatan Lainea, Senin (13/2)

Masyarakat meminta agar Izin HGU PT. KII, tidak di lanjutkan atau diperpanjang yang akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 mendatang.

Anggota komisi I Ansari Tawulo yang hadir dalam monitoring tersebut, menjelaskan bahwa masyarakat telah menduduki lahan PT. KII tersebut sejak tahun 1998. Pada saat perusahaan tersebut sudah tidak berjalan lagi.

“Masyarakat beranggapan bahwa lahan seluas 2.393 H, adalah lahan yang di miliki oleh nenek moyang mereka. Sehingga pada saat perusahaan ini tidak berjalan lagi, mereka kembali membuka lahan tersebut untuk bercocok tanam bahkan membangun tempat tinggal,” jelasnya.

Atas dasar itu lanjut dia, masyarakat meminta kepada Kementerian Agraria/BPN RI agar izin HGU PT. KII tidak di lanjutkan. Tidak hanya itu, lahan tersebut juga telah didirikan fasilitas umum seperti gedung sekolah, Masjid dan pemakaman umum.

Sementara itu Kepala desa lalonggombu yang namanya tidak mau disebutkan dan mewakili tiga desa lainnya, juga membeberkan bahwa di dalam HGU perusahaan ini, di peruntukan untuk penanaman kapas.

“Tapi dalam perjalanannya, perusahaan ini kemudian mengalih fungsikan tanaman ini, menjadi tanaman jangka panjang seperti kelapa, jambu mente dan coklat,” ungkapnya.

Anggota DPRD Konsel mengharapkan agar izin HGU PT. Kapas Indah Indonesia, tidak di perpanjang yang kemudian lahan tersebut dapat di kembalikan kepada masyarakat. (K5/b/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top