METRO KOLAKA

Penyerobotan Lahan di Kayu Angin Diduga “Berjamaah”

Lokasi hutan mangrove yang digarap untuk dijadikan tambak udang. Tampak alat berat sedang beroperasi meratakan lokasi tersebut.FOTO:ist/Kolaka Pos

Hutan Mangrove Juga Dirusak

KOLAKAPOS, Kolaka–Zulkifli Abdullah tak bisa menyembunyikan rasa kekecewaanya terhadap oknum yang melakukan penyerobotan lahan miliknya, yang terletak di desa Liku, kecamatan Samaturu, Kolaka.
Ironisnya, penyerobotan tersebut diduga dilakukan secara “berjamaah”, serta terjadi perubahan fungsi lahan. Parahnya lagi, diduga yang melakukan proses jual beli di lokasi seluas 12 hektar itu, mengetahui jika lokasi tersebut milik Zulkifli Abdullah.
“Bagaimana ceritanya, yang diduga (Asri Daeng Mattemu, red) melakukan jual beli tanah di lokasi saya itu mengetahui jika tanah itu milik saya. Bahkan dibuktikan dengan surat keterangan tertanggal 04 Juli 2010,” ujar pemilik lahan Zulkifli Abdullah, kemarin (18/2).
Hal ini akan dilaporkan ke pihak yang berwenang. Bukan hanya Kepolisian, tapi Dinas Kehutanan dan Dinas Pariwisata setempat akan diajukan laporan. Tak hanya soal penyerobotan lahan, namun tindakan pengrusakan aset pribadi dan pengrusakan mangrove akan menjadi materi dari tuntutan yang akan dilaporkan.
“Harapan saya, pihak yang berwajib, bisa menindaklanjuti dan bertindak secepatnya. Kawasan ini, bukan milik saya pribadi, namun milik masyarakat Kolaka secara luas,” tegasnya.
Padahal Zulkifli Abdullah, bercita-cita menjadikan lokasi yang berada tepat di pantai Kayu Angin itu, sebagai objek wisata kebanggaan warga Kolaka, seperti yang telah dilakukannya di Bokori, Kendari.
Sementara itu, mantan kepala desa Sani-sani yang sekarang mekar menjadi desa Liku, Syukur menyatakan, telah memperingati agar di lokasi tersebut tidak dilakukan aktifitas tanpa sepengetahuan pemilik lahan, Zulkifli Abdullah.
“Saya tahu persis ini lokasi (tanah milik Zulkifli Abdullah, red), karena saat itu saya yang masih menjadi kepala desa. Di dalam lokasi terdapat tanaman jambu, kelapa, asam, mangga hingga mangrove (bakau, red). Tidak ada yang punya lokasi ini selain pak Zulkifli Abdullah. Sedangkan diluar dari 12 hektar itu ada juga dia beli pak Zulkifli Abdullah,” bebernya.
Untuk diketahui, berdasarkan pantauan awak media ini di lokasi tersebut terjadi perubahan fungsi lahan, dimana lokasi yang sebelumnya hutan bakau dan jambu “disulap” menjadi tambak udang. (wir)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top