METRO KOLAKA

PWI Kolaka Ingatkan Gunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

Kegiatan Penyuluhan Bahasa Indonesia untuk media massa di Kolaka yang dihadiri puluhan wartwan.FOTO: Mirwanto/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kolaka–Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kolaka mengingatkan wartawan di Kolaka untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam penulisan naskah teks berita. Hal itu di ungkapkan oleh Sabaruddin T. Pauluh, selaku Dewan Penasehat PWI Kolaka, dalam kegiatan penyuluhan bahasa Indonesia untuk media massa yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara pada Senin (20/2) di salah satu hotel.

“Jangan ditonjolkan bahasa pasaran, kita seharusnya menonjolkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai ejaan yang disempurnakan,” papar Sabaruddin dalam kegiatan yang dihadiri sekitar 40 wartawan Kolaka itu.

Mantan ketua PWI Kolaka itu juga mengingatkan agar wartawan jangan menjadi perusak bahasa Indonesia.

“Seringkali kita pers dituding sebagai perusak bahasa, karena tidak jarang dari kita dengan sembarangan mengumbar bahasa yang tidak sesuai prinsip jurnalistik sendiri, tidak sesuai kaidah bahasa Indonesia, seenaknya saja, makanya marilah kita benahi semua itu, ” paparnya.

Lanjutnya dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar maka peran sebagai fungsi pendidikan yang diemban pers selain fungsi sosial kontrol juga terlaksana.

“Artinya setiap bentuk apapun yang dilakukan media seharusnya senantiasa dalam konteks mengedukasi. Tidak hanya tercermin dari sikap dan prilaku wartawan tetapi juga bagiamana tulisan dihasilkan dapat mencerahkan masyarakat, berkualitas, dan menggunakan bahasa yang baik pada masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, kepala Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara, Dr. Sandra Safitri mengapresiasi kehadiran wartawan dalam kegiatan penyuluhan Bahasa Indonesia sebab dalam kajian di tiga Kabupaten yaitu Kendari, Bau-Bau dan Kolaka, penggunaan bahasa Indonesia di media masih banyak terdapat kekeliruan.

“Kita ambil contoh di tiga kabupaten yaitu Kendari, Bau-Bau dan Kolaka, dari penelitian beberapa media penggunaan bahasa masih banyak kekeliruan, makanya kami perlu turun tangan dengan melakukan penyuluhan,” paparnya.

Selain itu, kata Sandra, dengan kegiatan tersebut diharapkan wartawan dapat saling bertukar pikiran dengan kantor bahasa mengenai persoalan kebahasaan.

“Selain juga itu kami harapkan kita bisa saling bertukar pikiran mengenai persoalan kebahasaan,” terangnya. (Cr4/hud)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top