BERITA UTAMA

Ridwan BAE Janji Bantu Mekarkan Kolaka Selatan

KOLAKAPOS, Kolaka–Kehadiran Ketua DPD I Partai Golongan Karya Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Ridwan BAE menjadi magnet tersendiri buat masyarakat Kecamatan Tanggeda. Sebab, penantian masyarakat yang selama ini ingin mengetahui perkembangan percepatan pemekaran menjadi Kolaka Selatan, akhirnya terjawab meskipun itu terasa menyedihkan. Karena, ternayata, hingga saat ini belum ada usulan proses pemekaran Kolaka Selatan untuk menjadi Daerah Otonom Baru atau memisahkan diri dari Kabupaten Kolaka.

“Sejak ada wacana untuk pemekaran Kabupaten Kolaka Selatan, hingga saat ini belum ada yang masuk di DPR RI,” ungkap Ridwan BAE, saat memberikan orasi politiknya di Lapangan Anaiwoi Kecamatan Tanggetada saat kampanye terbatas pasangan Asmani Arif-Syahrul Bedu (Berani), Sabtu (24/2).

Untuk itu kata anggota DPR RI Dapil Sultra dari Partai Golkar ini, kedepan dirinya berjanji akan membantu
proses perceparan pemekaran Kolaka Selatan. “Ketika saya masih menjadi anggota DPR RI lagi, maka saya akan perjuangkan pemekaran Kabupaten Kolaka Selatan, setuju. Itu adalah doa dan sumpah saya, artinya saya sumpahkan mereka (pasangan Berani-red), begitu berjanji untuk memekarkan Kolaka Selatan, tidak boleh ada pemetaan, harus rajin memberikan pelayanan, pelayanan pertumbuhnan, karena pada saat mekar nanti, bukan memisahkan masyarakatnya atau wilayahnya, tapi membesarkan wilayah,” katanya.

Mantan bupati Kabupaten Muna ini juga memuji ribuan masyarakat pendukung Berani yang memadati lapangan
Anaiwoi. Sebab dengan kehadiran masa telah menunjukan semangat yang luar bisa. “Saya bangga pada kalian,
bahagia dan senang. Karena dengan modal keberanian mendorong pasangan nomor urut 2 untuk menjadi Bupati
Kolaka kedepannya. Saya percaya, dengan kontrak politik pasangan Berani untuk kepentingan rakyat. Karena saat
ini rakyat membutuhkan ucapan yang pasti, bukan ucapan yang mengenakan telinga semata. Makanya kedepannya
coblos nomor urut 2,” tambahnya.

Kabupaten Kolaka lanjut Ridwan menjadi contoh yang luar biasa. Sebab, memiliki SDA yang begitu banyak. Tapi
kehidupan masyarakatnya masih standar. Semua orang dianggap kaya dengan tambang yang dimiliki di perut bumi
Kolaka dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, tapi nyatanya, dimanfaatkan oleh pihak
luar, dan orang Kolaka hanya mendapatkan debunya saja. “Ini tidak boleh terjadi pada “Berani” kedepan jika
terpilih. Melainkan harus mengangkat harkat ini, tidak boleh lagi kekayaan SDA Kolaka tidak bermanfaat bagi
rakyat Kolaka, melainkan harus bernilai ekonomis buat masyarakat. Berani mempertaruhkan dirinya untuk rakyat,
berani berbuat janji, berani bertanggung jawab, berani tidak korupsi, berani bebaskan masyarakat dari masaalah
yang dihadapi serta dapat mendengar langsung apa yang diinginkn oleh rakyatnya. Apa kesuitannya, apa
keperluannya untuk dicarikan solusinya,” tutupnya. (***)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top