BERITA UTAMA

Ciptakan Pikada Kolaka Santun dan Damai

KOLAKAPOS, Kolaka–H.Ahmad Safei akan menpertontonkan kepada Indonesia bahwa ada daerah otonom yang bernama Kolaka melakukan pesta demokrasi secara satun, aman, tertib, tidak ada fitnah tidak ada olok-olokan satu sama lain. Ia juga mengarapkan berharap masyarakat Kolaka bisa cerdas dalam melaksanakan pilkada pesta demokrasi di Kolaka.

“Masyarakat Kolaka jangan pusing masalah politik. Semuanya ada urus dan perisiapkan itu. Untuk itu masyarakat jangan pusing mengurus siapa yang akan menjadi memimpin Kolaka kedepanya. Garis tangan seseorang telah ada sejak lahir, jika allah menghendaki saya jadi bupati kembali maka tidak ada yang bisa menghalanginya,” kata Safei.

Lanjut menurut Safei, masyarakat yang berprofesi sebagai petani, bekerja di sawah, melakukan aktifitas di kebun, merawat tambaknya (empang), bekerja sebagai nelayam dan pedagang jangan risau dan ikut campur dalam zona politik pada 2018 ini. Pasalnya semua yang akan jadi bupati masyarakat Kolaka juga.

“Yang saya minta masyarakat jangan ada yang tudak memilih (Golput). Semua masyarakat Kolaka harus memberikan hak pilih Bupati dan wakil Bupati nanti. Kita akan pertontonkan kepada Indonesaia bahwa 165.000 wajib pilih di Kolaka semua hadir di Tempat Pemilihan Suara (TPS), karena itu saya berharap semua masyarakat yang sudah memiliki surat panggilan untuk datang emberikan pilihanya,” kata Safei.

Setiap pesta demokrasi di Kolaka ini, yang datang untuk melakukan pemilihan tidak pernah sampai 70 persen. karena pemerintah Kolaka berharap pada masyarakat Kolaka untuk menyalurkan hak pilihnya nanti. Paling tidak 80 persen masyarakat yang menyalurkan hak pilihnya pada Pilbub Kolaka nanti.

“Masyarakat Kolaka harus hadir. Pemilihan adalah hak demokrasi yang di berikan negara Indonesai kepada masyarakatnya jadi itu harus dilaksanakan,” tambahnya.

Safei juga berharap masyarakat kolaka untuk tidak menunggu bakal calon yang akan bagi-bagi uang (Serangan Fajar). Semua masyarakat pasti tidak mau dan tidak sepakat jika ada pejabat yang korupsi. Bagi-bagi uang saat akan melaksanakan pasta demokrasi adalah bibit dari perbuatan korupsi, itu harus di lawan dan di cegah.

“Kalau ada masyarakat yang menerima uang dari calon dan tujuanya untuk memilih calon tersebut. Maka masyarakat juga harus bersiap jika nanti Calon tersebut melakukan korupsi. Masyarakat Kolaka harus menghilangkan budaya “Serangan Fajar”. Kemudian jika masyarakat tersebut menerima uang tersebut maka akan mendapat dosa selama kemimpinan calon tersebut,” tambah Safei.

Embrio Korupsi jangan diajarkan kepada masyarakat. Jangan menjanji janji, dan membrikan uang kepada masyarakat. Demokrasi akan rusak jika masyarakat sudah diajarkan mengenal uang dalam pemilihan.

“Kalau masyarakat tidak suka korupsi, masyarakat juga harus cerdas dalam melakukan pemilihan nanti. Kolaka ini kampung kita semua, jika kita tidak bisa menjaga dan membangun Kolaka, maka siapa lagi. Jangan ada yang golput (tidak memilih), masyarakat datang ke TPS sesuai dengan surat panggilan di daftar. Ajak saudara untuk datang di TPS, untuk melaksaakan pemilihan Bupati Kolaka dan Wakil Bupati Kolaka”tambahnya.(hud)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top