METRO KOLAKA

Panwas Temukan 16 Kasus Pelanggaran Pilkada Kolaka

KOLAKAPOS, Kolaka–Sejak dimulainya tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kolaka. Hingga saat ini, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Kolaka telah menemukan 16 kasus yang ada. Jumlah itu dugaan pelanggaran itu, berasal dari berbagai kalangan, ada yang dari ASN, Aparat Desa bahkan ada juga yang berasal dari penyelenggara Pemilukada. Hal itu dibeberkan langsung oleh Ketua Panwaslukada Kabupaten Kolaka, Juhardin.

Menurut Juhardin, untuk ASN, berjumlah 24 orang. Penyelenggara 10 orang dan aparat Desa terdapat empat orang.

“Untuk ASN sudah terproses dan terekomendasi hingga ke KASN. Dari jumlah itu, hampir dari setengah terbukti bersalah atau melanggar aturan yang ada, sehingga mereka (ASN red) telah dijatuhi hukuman, rata-rata sanksi moral. Hal itu sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan,” ungkapnya.

Lanjut ia mengatakan untuk pelanggaran ASN di Kolaka paling banyak terjadi di media sosial, yaitu ikut mendukung pasangan salah satu calon. Selain itu, ada juga yang ikut pasang baliho dan menempel stiker Paslon di kediamannya.

“Paling banyak mendukung salah satu Paslon media sosial,” jelasnya.

Untuk aparat desa katanya, pihaknya sudah merekomendasikan untuk proses lebih lanjut. Sama halnya dengan penyelenggara yang terdapat 10 orang. Semuanya itu sudah terekomendasi untuk proses lebih lanjut.

“Penyelenggara yang kita rekomendasikan diproses ini karena diduga ada yang tidak netral. Sebab, berdasarkan temuan yang ada, mereka (Penyelenggara red) ada yang masuk parpol bahkan bagian tim sukses pasangan calon. Makanya kita rekomenadsi dan sudah ditindak lanjuti, bahkan sanksinya pun sudah ada, yakni ada yang di
berhentikan tidak tetap,” tuturnya.

Bagaimana dengan dugaan pelanggaran yang meloloskan PPK dan PPS tanpa mengisi daftar hadir saat ikut tes tertulis namun tiba-tiba dinyatakn lolos ? Dengan cepat Juhardin menjelaskan, pihaknya sudah melakukan rekomendasi untuk proses lebih lanjut. Bahkan katanya, tak lama lagi akan disidangkan di DKPP dan mengikuti
ujian. “Sudah ada jadwal sidang DKPP nya, yakni 6 Maret,” jelasnya.

Untuk PPK dan PPS yang diduga tanpa tes tersebut tiba-tiba dinyatakan lolos, terdapat di tiga kecamatan, yakni di kecamatan Iwoimendaa, Watubangga dan Baula. Dimana ada dugaan ada PPS dan PPK yang tidak ikut tes namun tiba-tiba dinyatakan lulus. (ing/hud)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top