BERITA UTAMA

PT Sari Asri Rezeki Indonesia Tbk, Bantah Lakukan Aktivitas di KSN Rawa Tinondo

KOLAKAPOS, Tirawuta–PT Sari Asri Rezeki Indonesia Tbk, membantah telah melakukan aktivitas perkebunan kelapa sawit di area kawasan strategis nasional (KSN) rawa Tinondo. Seperti yang ditudingkan oleh aktivis lingkungan Sultra baru-baru ini, saat melakukan aksi unjuk rasa.
Humas PT Sari Asri Rezeki Indonesia Tbk, Saiful berdalih jika perusahaan selama melakukan aktivitas di rawa Tinondo yang meliputi dua kecamatan yakni kecamatan Lololae dan kecamatan Tinondo, masuk dalam kawasan KSN. ” Isu yang berkembang bahwa kami telah melakukan aktivitas di kasan nasional. Kami pertegas pihak perusahaan sejengkalpun tanah diarea KSN rawa Tinondo tidak pernah kami olah ” aku Saiful kepada media ini melalui saluran teleponnya pekan kemarin
Merurutnya, area yang dikelola pihak perusahaan saat ini meruapkan kawasan hak pengguna lain (HPL) seluas dua ribu hektar. ” Kami hanya mengolah lahan HPL, jika ada yang mengatakan kami mengolah dilahan KSN maka tunjukan kepada kami dimana lokasi yang dimaksud ” ucapnya.
Terkait pengrusakan dan pembakaran pohon sagu, Saiful mengaku jika pihak perusahaan telah melakukan ganti rugi kepada warga, hanya saja versi mereka masyarakat yang demo katanya belum menerima konpensasi tersebut. Sehingga pihaknya akan membentuk tim bekerjasama dengan pihak pemerintah agar masyarakat yang mengaku sebagai ahli waris dapat diperjelas kembali. ” Kami telah sampaikan kepada Pemda Koltim agar membentuk Tim untuk menyelesaikan permasalahan ini, dan segera mengundang masyarakat yang merasa memiliki hak atas lahan tersebut. Dan kami pihak perusahaan selalu terbuka kepada siapa saja ” jelasnya.
Sementara itu, pemerhati lingkungan Sultra Jabir Lahukuwi mengaku jika keberadaan perusahan dalam melakukan aktifitas di area KSN rawa Tinondo dapat berdampak buruk bagi pertanian khususnya persawahan yang ada ditiga kecamatan yakni kecamatan Lololae, kecamatan Tinondo, dan kecamatan Mowewe. Sebab sifat pohon kelapa sawit bukan menyimpan air tetapi menyerap air, sehingga bencana kekeringan pasti akan melanda lokasi persawahan ditiga kecamatan tersebut. ” Intinya keberadaan perusahaan akan berdampak buruk bagi persawahan warga ” akuhnya. (K9/b/hen).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top