BERITA UTAMA

Empat Kecamatan Masuk Zona Merah Pilkada Kolaka

Net/ilustrasi

KOLAKAPOS, Kolaka–Dari 12 kecamatan di Kolaka, 4 diantaranya dinyatakan berada dalam zona merah oleh Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kepala Daerah (Panwaslukada) Kolaka. Kondisi tersebut lahir dari hasil analisis Panwaslukada karena dianggap rawan pelanggaran. Keempat kecamatan tersebut yakni Kecamatan Watubangga, Wolo, Latambaga dan Kolaka.

Ketua Panwaslukada Kabupaten Kolaka Juhardin mengatakan, untuk Kecamatan Watubangga dan Wolo masuk dalam zona rawan terjadi gesekan. “Ini diakibatkan kedua wilayah tersebut memiliki struktur wilayah dan masyarakatnya. Ini hanya disorot berdasarkan kaca mata Panwas secara umum,” ungkapnya saat ditemui diruang kerjanya kemarin (6/3).

Untuk dalam kota sendiri dalam hal ini Kecamatan Kolaka katanya, catatan kerawanan dari dari segi ASN terkait ada dugaan ketidak netralan. Hal ini disebabkan, banyaknya laporan yang masuk di Panwas terkait dugaan keterlibatan ASN sebanyak 24 orang dengan jenis pelanggaran paling banyak terjadi di media sosial, yakni memposting salah satu pasangan calon sebagai pilihannya. Lalu ada pula yang ikut memasang baliho Paslon di lapangan dan memasang stiker di kediamannya dan semuanya sudah diproses hingga ke KASN. “Dari jumlah itu, hampir dari setengah terbukti melanggar dan sudah dijatuhi sanksi. Rata-rata, dijatuhi sanksi moral. Hal itu sesuai dengan jenis pelanggaran yang mereka lakukan. Lainnya, sementara dalam proses,” ungkapnya.

Untuk Kecamatan Latambaga lanjut Juhardin, ada sinyalemen untuk penggelembungan DPT. Hal ini bukannya tak memiliki alasan, namun karena berdasarkan fakta yang dilapangan. Dimana banyak wajib pilih pada saat coklis kemarin tidak tuntas. Misalnya, masih saja ada yang ditemukan terdaftar tapi belum jelas identitasnya. “Makanya, saat ini kita koordinasi langsung dengan PPK dalam hal penetapan DPT. Kita partisipasi aktif di lapangan. Begitu juga dengan netralisasi ASN, sudah beberapa kali kita lakukan sosialisasi. Begitu juga dengan tingkat kerawanan, kami selalu koordinasi dengan pihak TNI/Polri untuk melakukan pencegahan lebih dini,” tutupnya. (ing/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top