BERITA UTAMA

Kepala BPPKB Muna Setor Duit di Kejari

Kejari Muna saat menghitung uang puluhan juta yang disetor oleh Kepala BPPKB Muna, LM Safei di ruangan Kasi Intel, Laode Abdul Sofyan.FOTO:Ahmad/Kolaka Pos

Untuk Kembalikan Kerugian Negara

KOLAKAPOS, Raha–Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna kembali mengendus dugaan tindak pidana korupsi di kantor Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Muna. Dugaan korupsi tersebut terjadi pada pengadaan mobil operasional di BPPKB Muna tahun anggaran 2015 senilai Rp351 juta. Penyidik menilai, pengadaan mobil tersebut tidak sesuai spesifikasi.

Untuk kasus tersebut, Kejari Muna memanggil kepala BPPKB Muna, LM.Safei dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pengadaan mobil operasional BKKBN, Syarun, kemarin (6/3). Seyogyanya, kedua pejabat tersebut akan diperiksa sebagai saksi. Namun, saat pemeriksaan yang berlangsung di ruang Kasi Intel Kejari Muna itu, LM.Safei terlihat menyetorkan sejumlah uang kepada penyidik.

Saat dikonfirmasi kepada Kasi Intel Kejari Muna, Laode Abdul Sofyan, ia mengakui setoran uang dari LM.Safei. Namun uang senilai Rp20 juta itu merupakan uang pengembalian atas kerugian negara yang ditimbulkan akibat pengadaan mobil yang tidak sesuai spesifikasi.

Sofyan juga menegaskan uang yang disetor itu, tidak akan menghapus tindak pidana perkaranya yang sudah naik status ke penyidikan. “Laode Muhammad Safei datang ke Kejari Muna mau membayar uang sejumlah Rp 20 juta. Namun pengembalian uang negara itu tidak akan menghapus tindak pidana perkaranya,” ucapnya.

Lanjut Sofyan mengatakan, kerugian terjadi dalam perkara tersebut terdapat pada saat mobil BKKBN tersebut dikaroseri di kota Kendari.”Mobil inikan di karoseri di Kendari. Anggaran untuk karoseri itu Rp58jutaan. Akhir tahun lalu, kasus ini sudah naik kepenyidikan,” tandasnya. (m1/c)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top