METRO KOLAKA

Pjs. Bupati Kolaka Usulkan Isi Jabatan Kosong

Net/ilustrasi

KOLAKAPOS, Kolaka–Pjs. Bupati Kolaka Masmuddin berencana akan merubah beberapa jabatan eselon III di Kabupaten Kolaka. Jika kebijakan itu dilakukan kemungkinan suasana politik di Kolaka akan berubah, pasalnya kondisi pelantikan pejabat saat jelang pemilihan bupati dan wakil bupati akan menbawa dampak pada ASN di Kolaka .

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia kabupaten Kolaka Mujahiddin kepada Kolaka Pos membenarkan jika pemerintah daerah kabupaten Kolaka akan melakukan pengisian jabatan ASN. Namun ada beberapa hal yangharus dilakukan oleh pemerintah kabupaten Kolaka untuk melakukan pengisian jabatan. Bisa jabatan di isi namun harus izin kepada kementerian dalam negeri di jakarta.

“Memang ada tujuh jabatan eselon III yang saat ini kosong, dan sesuai dengan permintaan Pjs. Bupati agar mengisi jabatan Kosong yang ada di Kolaka. Kami sudah melakukan rapat dengan kepala Badan Pertimbangan Jabatan dan kepangkatan (Baperjakat) yaitu Sekda Kolaka Poitu Murtopo. Saat ini masih proses pembahasan dan saat ini surat untuk Kemendagri sudah berada di Sekda,” ujar Mujahiddin.

Lanjut ia mengatakan untuk jabatan eselon III yang saat ini kosong diantaranya Sekretaris Dinas Perumahan, Sekretaris Dinas Tanaman pangan, Kepala Bagian Trantib Dinas Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, Kepala Bidang Mutasi badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia kemudian satu bidang di kesbangpol Kolaka serta, Bidang penempatan Tenaga kerja dinas Nakertrans Kolaka.

“Untuk izin pengisian jabatan di Kemendagri biasanya butuh waktu sekitar dua hingga tiga bulan. jadi memang untuk pengisian jabatan kosong elselon III di lingkup pemerintah Kolaka membutuhkan waktu hingga tiga bulan,” katanya.

Mengenai beberapa kantor dinas yang belum memiliki pimpinan di Kolaka seperti Dinas Lingkungan Hidup,Dinas Perpustakaan dan Arsip, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, BPBD Kolaka, Staf Ahli Bidang kemasyarakatan dan SDM. harus melalui proses asesmen atau lelang jabatan.

“Kalau untuk jabatan eselon II harus melalui lelang jabatan, dan pada 2018 ini tidak ada anggaran untuk lelang jabatan. Kemungkinan pada 2019 nanti baru akan lelang jabatan,” tambahnya. (hud)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top