METRO KOLAKA

PT CNI Dituding Ingkar Janji

Pertemuan warga Desa Donggala dan pihak LBH yang dilakukan awal pekan kemarin. Warga meminta LBH memfasilitasi keluhan mereka ke PT CNI yang dianggap ingkar janji. FOTO :Bustang for Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kolaka–Sejumlah warga Desa Donggala mengeluhkan aktivitas PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) yang melakukan penambangan di wilayah kecamatan Wolo kabupaten Kolaka, Sultra.

Warga menilai, beroperasinya PT CNI di sebagian besar wilayah mereka tidak memberikan sedikitpun manfaat, terutama terhadap peningkatan kesejahteraan warga Desa Donggala. “Kami pernah mengadakan pertemuan dengan pihak PT CNI tapi mereka tidak memberikan respon positif, malahan mereka seperti menghindari bertemu dengan kami,” ungkap Malik salah satu warga Desa Donggala.

Ironisnya kata Malik, Desa Donggala termasuk kawasan ring 1 pada saat perusahaan tambang sebelumnya beroperasi di area desa mereka. Giliran PT Ceria masuk di kawasan yang nyaris sama, Desa Donggala tak lagi masuk wilayah tersebut. PT CNI hanya memberikan dana kompensasi kepada beberapa desa lainnya yang juga dianggap terkena dampak aktivitasnya di Kecamatan Wolo. “Harusnya kami yang dimasukkan di ring 1, sebab Donggala adalah desa yang terkena dampak langsung akibat aktivitas pertambangan PT Ceria. Ini malah kami yang tidak dapat sama sekali kompensasi itu,” ujar Malik kemarin (6/3).

Malik menambahkan, Senin (5/3) lalu, warga Donggala telah meminta Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di Kolaka untuk memfasilitasi keluhan mereka ke PT CNI yang dianggap ingkar janji. “Beberapa bulan lalu kami pernah adakan pertemuan dengan pihak PT CNI, tapi hasil pertemuan itu belum ada kejelasan soal itu (kompensasi). Kami dijanji akan ada pertemuan selanjutnya, tapi sampai hari ini belum ada konfirmasi terkait itu. Malahan kami pernah mendatangi kantornya yang ada di Desa Ponre dan di Kota Kolaka tapi mereka tidak menemui kami,” beber Malik.

Sementara itu, Kades Donggala Jasman mengungkapkan, bahwa tuntutan kompensasi yang dikeluhkan warganya kepada PT CNI dinilai wajar. Sebab kata Jasman, sebelumnya PT CNI pernah menjanjikan kepada warga akan memberikan jawaban terkait permintaan kompensasi tersebut melalui pertemuan selanjutnya. Namun janji tersebut tinggalnya kenangan, karena beberapa kali warga menghubungi pihak perusahaan tambang nikel tersebut tak kunjung jua ada konfirmasi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT CNI belum bisa dikonfirmasi. Humas PT CNI pun yang dihubungi via selulernya sedang berada di luar jangkauan. (kal/c)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top