BERITA UTAMA

Tmbak Nelayan Polisi Dituntut Penjara 10 Tahun

KOLAKAPOS, Raha–Masih ingat penembakan nelayan La Ode Sihu (43) di desa Tampo kecamatan Napabalano, kabupaten Muna, oleh oknum Polisi, Brigadir Awaluddin? Kasus yang terjadi pada Jumat, (16/6/2017) itu telah sampai ke tingkat persidangan. Dalam sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Raha pekan lalu, Awaluddin dituntut hukuman 10 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

JPU menilai, Brigadir Awaluddin dengan sengaja menghilangkan nyawa La Ode Sihu. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Muna Yosephus Ary Sepdiandoko pada Kolaka Pos, Rabu (7/3). Menurutnya, berdasarkan fakta persidangan terdakwa Brigadir Awaluddin telah terbukti melanggar pasal 338. Hal tersebut juga dikuatkan dengan keterangan saksi-saksi yang sudah dimintai keterangan oleh JPU.

Selain itu kata Ary, barang bukti berupa senjata api dan keterangan ahli juga mendukung pembuktian bahwa penyebab kematian korban karena tertembak peluru yang ditembakkan oleh terdakwa (Brigadir Awaluddin, red). Ahli menganggap perbuatan tersebut punya unsur kesengajaan. “Terdakwanya adalah penegak hukum dan perkara ini menarik perhatian masyarakat. Jadi sesuai dengan SOP yang berlaku di Kejaksaan, penentuan tuntutannya kita mintakan petunjuk ke Kejati Sultra dan sudah mendapatkan petunjuk, serta sudah dibacakan tuntutan oleh JPUnya pada Minggu lalu. Dengan yang dibacakan sesuai petunjuk pimpinan itu 10 tahun penjara. Terdakwa melanggar pasal 338 pembunuhan biasa,” ungkapnya.

Ary juga mengatakan, sidang putusan perkara tersebut akan dibacakan usai sidang mendengarkan jawaban penuntut umum. “Setelah pembacaan tuntutan, selanjutnya sidang mendengarkan pembelaan dari pihak terdakwa. Setelah itu jawaban penuntut umum baru putusan,” tandasnya (m1/c)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top