BERITA UTAMA

Warga Donggala Ancam Blokir PT CNI

KOLAKAPOS, Kolaka–Nampaknya tuntutan warga Desa Donggala ke PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) bukan isapan jempol belaka. Dalam waktu dekat ini, warga Donggala akan memblokir lalu lintas kapal pemuat ore nikel PT CNI di kawasan laut Desa Donggala. Warga geram karena merasa diabaikan haknya oleh perusahaan tambang nikel yang beroperasi di kawasan kecamatan Wolo kabupaten Kolaka itu.

Hal itu diungkapkan ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kolaka, Anhar yang mewakili warga Donggala. Ia mengatakan bahwa tuntutan warga Donggala sangat beralasan, sebab kasawan laut yang terletak tepat di hadapan desa mereka saat ini telah dijadikan lalu lintas operasional kapal PT CNI. Padahal kata Anhar, sebelum kehadiran PT CNI kawasan tersebut merupakan tempat dilakukan budidaya rumput laut oleh warga Donggala.

“Memang Donggala tidak masuk dalam kawasan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT CNI, tapi warga desa Donggala merasakan dampak langsung. Bagaimana tidak, setiap hari kapal lalu lalang di laut yang sebelumnya dijadikan tempat budidaya rumput laut warga. Selain itu, suara-suara mesin PT CNI juga sangat mengganggu,” ungkap Anhar, Rabu (7/3).

Olehnya itu, lanjut Anhar warga Donggala yang merasa diabaikan haknya akan turun melakukan aksi ke kantor PT CNI di Desa Ponre. Mereka akan melayangkan beberapa tuntutan. Diantaranya, meminta pertanggungjawaban PT CNI atas berkurangnya penghasilan nelayan di desa Donggala. Selain itu, warga juga akan meminta pertanggungjawaban atas dampak yang ditimbulkan PT CNI, baik dampak lingkungan, budaya dan sosial masyarakat desa Donggala. “Kami juga akan meminta agar Desa Donggala dimasukkan pada ring satu, sebab Donggala merupakan desa yang terkena dampak langsung akibat aktifitas pertambangan PT Ceria,” ujar Anhar.

Dikatakan Anhar, jika tak ada aral melintang, Senin (12/3) mendatang dipastikan lebih 1000 warga Donggala akan turun melakukan aksi di kantor PT CNI di Kecamatan Wolo. “Semua warga Donggala telah berkomitmen akan ikut turun aksi baik yang bapak-bapak maupun ibu-ibu. Kami sudah bersurat ke Polsek setempat atas izin aksi tersebut,” ucapnya. “Namun apabila permintaan itu tidak bisa dipenuhi maka warga Donggala akan menarik diri untuk melakukan pembentangan tali rumput laut di wilayah laut desa Donggala yang menjadi tempat lalu lintas kapal pemuat ore nikel PT CNI beroperasi,” ujar Anhar menambahkan.

Sementara itu, Polisi Sektor Wolo membenarkan bahwa sudah ada surat pemberitahuan mengenai aksi yang akan lakukan warga Donggala. “Surat pemberitahuanya kami sudah terima hari ini. Personel Polsek Wolo akan full mengawal pengamanan aksi itu,” ujar Kapolsek Wolo melalui Kanit Intel Bripka Asis via sambungan seluler, kemarin (7/3). (kal/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top