BERITA UTAMA

Sengketa Warga dan PT.Sari Tunggu Kajian BPN

Net/ilustrasi

KOLAKAPOS, Tirawuta–Polemik lahan antara warga desa Weamo kecamatan Tinondo dan PT Sari Asri Rejeki Indonesia mulai mendapatkan titik terang. Hal tersebut setelah ada pertemuan antara warga Weamo dan perusahaan yang dimediasi Pemkab Koltim di aula kantor desa Weamo.

Humas PT.Sari, Saiful mengatakan berdasarkan hasil pertemuan antara kedua pihak, menghasilkan kesepakatan bahwa lahan yang diklaim warga Weamo akan dikaji ulang oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Koltim. “Kesimpulan sementara kepala BPN Koltim bersama tim Pemda Koltim meminta kepada masyarakat desa Weamo yang betul-betul mempunyai sertifikat tanah agar mengajukan permhonan ke BPN untuk dilakukan peninjauan ulang sertifikat mereka. Karena sebagian masyarakat sudah tidak tau area sertifikatnya, apakah masuk di area perkebunan kami atau tidak, inilah yang akan ditinjau ulang di lapangan,” ucap Saiful melalui pesan WhatsApp, Rabu (7/3).

Jika nanti hasil peninjauan ulang oleh BPN Koltim bersama tim Pemda Koltim telah ada, maka pihak perusahaan akan menerima apapun hasilnya. “Intinya kami menunggu hasil peninjauan dari BPN,” katanya.

Sementara itu, kepala desa (Kades) Weamo, Sartika mengatakan jika saat ini sedikitnya 88 kepala keluarga menuntut agar ada kejelasan lahan mereka. “Kami berharap ada solusi yang terbaik seperti apa yang diharapkan oleh masyarakat,” singkatnya.

Untuk diketahui, polemik terjadi ketika PT.Sari membuka lahan untuk dijadikan perkebunan sawit di area rawa Tinondo. Warga Weamo menuding PT.Sari telah melakukan penyerobotan lahan warga yang luasnya mencapai 250 hektar. (k9/b)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top