BERITA UTAMA

Pendukung “Berani” Membludak di Wundulako

KOLAKAPOS, Kolaka–Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kolaka Asmani Arif – Syahrul Beddu kembali menyapa warga, di Kecamatan Wundulako.

Animo masyarakat untuk menyaksikan langsung pasangan yang memiliki akronim “Berani Melakukan Perubahan” ini cukup banyak. Sebab, warga yang hadir di lapangan Latambaga Kelurahan Kowioha itu bisa mencapai ribuan orang. Hal itu terlihat dari antusias warga setempat yang memadati lapangan sepak bola itu. Kedatangan Asmani-Syahrlu tersebut disambut dengan tarian tradisinal mekongga, yakni tarian Mondotambe
binaan sanggar Nilulo Wundulako.

Dalam sambutannya Asmani Arif membeberkan alasan dirinya maju sebagai calon bupati Kolaka. Mantan Kadis Perindakop Kabupaten Kolaka ini menuturkan, keinginannya maju karena mendapat mandat dari warga Kolaka. Sebab, selama ini warga hanya diberikan janji namun tidak ditepati, sehingga warga kecewa yang menganggapnya sebagai janji toh atau hoaks. “Makanya, saya maju dengan niat yang tulus untuk membangun Kolaka ini, kearah yang lebih baik dan tidak akan membohongi kalian (rakyat red),” ungkapnya dihadapan ribuan pendukungnya.

Bukan hanya itu katanya, selain pembebasan retribusi para pedagang di setiap pasar, kedepannya di Kecamatan Wundulako akan dilakukan perbaikan sarana infrastruktur. Khususnya beberapa jalan yang ada di beberapa desa akan ditingkatkan. Sebab, hingga kini masih saja ada jalan yang belum ditingkatkan. Maksudnya pengasapalan. “Untuk Desa Tikonu, kedepannya akan dijadikan sebagai salah satu desa adat yang ada di kabupaten Kolaka. Hal ini karena menghargai lelulur dan Kecamatan Wundulako sendiri akan dijadikan sebagai waisata religi,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, untuk pengaspalan dua jalur Sabilambo sampai Latambaga, itu merupakan program dari pemerintah pusat, sehingga siapapun pemimpinnya Kolaka tetap akan dilakukan pelebaran jalan. Sebab, porsi anggarannya sudah jelas. Begitu juga dengan PKH dan pembagian beras raskin merupakan program dari pemerintah pusat untuk daerah. “Jadi, warga tidak usah takut lakut. Karena semuanya sudah jelas,” katanya.

Untuk kalangan pemuda Wundulako kata mantan aktifis perempuan di Kota Kendari ini, kedepannya akan dibangunkan sarana olahraga sepakbola. Yakni sport center. Hal ini tidak terlepas banyaknya minat pemuda wundulako yang hobi olahraga sepak bola. Bahkan akan sering diadakan kejuaran. “Setiap tahun, akan diadakan kejuaran sepak bola di Wundulako ini, yakni kejuaraan Asmani Cup. Makanya, dukungan dari

kaum pemuda juga kami harapkan. Begitu juga dengan kaum perempuan, akan diberikan bantuan demi meningkatkan pendapatan keluarganya,” jelasnya.

Sementera itu, Syahrul Beddu dalam orasi politiknya mengatakan, Pasangan “Berani” hadir membawa sologan peruban, sehingga masyarakat Kolaka diharapkan untuk meninggalkan harapan lama menuju harapan yang baru. Karena harapan lama hingga sampai saat ini masih ada yang belum terlakasana. Selain itu lanjut Syahrul, seorang pemimpin mengajak dengan hati, tidak dengan paksaan dan ancaman.

“Jangan lagi rakyat diancam. Rakyat sudah bosan dengan penderaitaan dan keluhannya, jangan lagi ditambah. Rakyat sudah pintar dan tidak suka adanya dinasti,” katanya.

Ia juga mengatakan, di Kecamatan Wundulako masih banyak saran infrasturktur yang belum diperbaki, sehingga kedepannya akan ditingkatkan. Khususnya jalan diwundulako secara bertahap akan diaspalnisasi agar wundulako menjadi salah satu kecamatan kebanggaan daerah dengan potensi yang dimilikinya. Selain itu lanjut pria yang pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara ini, kalau pasangan “Berani” terpilih. Maka akan ada kejutan di Wundulako ini.

“Selama satu bulan kami akan menjalankan roda pemerintahan dan berkantor di wundulako ini. Itu janji kami. Makanya, dukungan dan doanya sangat kami harapkan,” tuturnya.

Sementara itu, Adel Berty dalam sambutannya menuturkan alasan hingga menjatuhkan dukungan politiknya pada pasangan “Berani”. Mantan bupati Kolaka ini lalu mengatakan, selain keduanya (Asmani-Syahrul) memiliki visi misi yang bagus, mereka juga memiliki tekad yang bulat kepada masyarakat Kolaka, yakni berani melakukan perubahan untuk membangun kolaka.

“Sikap mental mereka yang saya suka. “Berani” dan berjanji tidak akan membohongi rakyat Kolaka. Selain itu, komitmen akan melanjutkan pembangunan saya yang saat ini masih tertinggal atau belum dilanjutkan,” katanya.

Selain itu katanya, sejak terbentuknya Kolaka hingga saat ini, belum ada Bupati Kolaka dari perempuan, sehingga untuk kaum perempuan di Kolaka berpikir panjang untuk tidak bersatu. “Kalau sudah perempuan yang bisik-bisik tetangga. Saya yakin kita pasti menang. Jadi, kapan lagi kalau bukan sekarang ini untuk bersatu,” bebernya.

Ia juga mengatakan, kalau di Kolaka ada bapak pembangunan. Maka kedepannya Kolaka harus ada perempuan pembangunan. Tapi, jangan pantai berti yang sudah dikenal oleh masyarakat luas berganti menjadi pantai kuliner.

” Kalau saat ini di Kolaka ada pantai berti ataupun pantai kuliner. Kedepannya harus ada juga pantai Asmani. Makanya, saya pasang badan untuk mereka ini,” tutupnya. (ing/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top