BERITA UTAMA

Rebutan Lahan, Warga Samaturu ‘Cincang’ Ipar

Korban pembunuhan di Perkebunan Cengkeh Desa Sani-Sani kecamatan Samaturu kabupaten Kolaka.FOTO:Istimewa/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kolaka–Tragis, persoalan tanah kembali menelan korban. Nasib naas itu dialami Rusli (50), warga desa Sani-Sani kecamatan Samaturu kabupaten Kolaka. Rusli dihabisi Mustahang (52), yang tak lain iparnya sendiri. Pelaku menebas korban hingga kaki dan lehernya nyaris putus. Peristiwa itu terjadi, Senin (12/3) di perkebunan cengkeh gunung Lasarau desa Sani-Sani.

Kasat Reskrim Polres Kolaka, AKP I Gede Pranata mengatakan, kejadian tersebut bermula sekira pukul 08.30 Wita, saat Mustahang tengah membersihkan semak belukar di kebun cengkeh yang diklaim telah dibelinya dari seseorang. Tak lama kemudian, korban datang menegur pelaku untuk tak meneruskan pekerjaannya. Sebab, korban juga mengklaim lahan tersebut adalah miliknya. Namun, teguran yang dilayangkan korban ternyata tak diterima oleh pelaku. Mustahang naik darah dan langsung mengayunkan parang yang tengah digunakannya ke arah Rusli. Tebasan pertama mengenai kaki korban hingga Rusli terjatuh. Tidak sampai disitu, saat Rusli terjatuh, Mustahang terus mengayunkan parangnya membabi buta ke tubuh Mustahang. Akibat tebasan tersebut, korban tewas di Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Pelaku memarangi korban di bagian leher sebelah kanan sebanyak tiga kali. Kemudian bagian kepala belakang sebanyak dua kali. Selanjutnya, bagian betis belakang sebelah kanan dan punggung sebelah kanan serta telinga sebelah kiri masing-masing satu kali. Melihat korban sudah tak bernyawa, pelaku sempat melarikan diri ke kebun,” terangnya kemarin (13/3).

Polsek Samaturu yang menerima laporan keluarga korban terkait kejadian tersebut, langsung meminta back up dari Reskrim Polres Kolaka dan mengejar pelaku. Dua jam kemudian, tim tersebut berhasil membekuk pelaku tak jauh dari TKP. “Saat ini tersangka sudah diamankan di Polres Kolaka. Sedangkan korban telah dipulangkan ke rumah duka setelah divisum di Rumah Sakit,” jelas Kasat Reskrim yang baru menjabat 5 bulan di Polres Kolaka ini.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat pasal 351 ayat 3 KUHP dan pasal 338 KUHP tindak pidana pembunuhan, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (kal/b)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top