BERITA UTAMA

Polisi Kejar Penyebar Upal di Muna

KOLAKAPOS, Raha–Polres Muna kini tengah melakukan pengejaran terhadap HS, warga lorong Kaendea kota Raha. Pria tersebut disinyalir sebagai pelaku utama penyebar uang palsu di kota Raha pada Rabu, (3/3) lalu.

Kapolres Muna AKBP Agung Ramos P Sinaga mengungkapkan, saat ini yang menjadi korban HS sudah mencapai dua orang yakni Idrayani, warga kecamatan Katobu dan Wa Ode Sulastri warga kecamatan Bata Laiworu kota Raha. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, (3/3) lalu. Namun kedua orang korban HS yang merupakan pekerja jasa transferan uang menggunakan Link BRI ini, baru melaporkan peristiwa yang mereka alami tersebut Rabu, (14/3).

Modus pelaku terang Perwira Polisi berpangkat dua bunga melati dipundak ini yakni mengelabui korbannya dengan meminta tolong untuk ditrasferkan sejumlah uang ke nomor rekening rekannya bernama Hendro. Selanjutnya, usai transferan uang berhasil dilakukan, HS memberikan uang tunai yang sengaja di campur dengan uang palsu. Caranya, menyusun uang pecahan Rp100ribu dan Rp50ribu. Uang asli Rp50ribu dua lembar lalu dibagian bawah pecahan Rp100ribu sebanyak 28 lembar dan Rp50ribu sebanyak 58 lembar merupakan uang palsu.

“Kejadiannya di kelurahan Mangga Kuning Rabu (3/3) pukul 14.37 Wita. Saat itu pelaku berinisial HS datang ke link BRI milik Indriyani. Pelaku minta kepada penjaga Asna Suri agar mentranferkan uang sebesar Rp7,3 juta ke rekening atas nama Hendro, menggunakan ATM milik Indriyani. Setelah uang ditranfer, pelaku memberikan uang pengganti kepada penjaga Link Asna Suri dan langsung kabur. Begitu uang dibuka dan dihitung ternyata uang HS, diduga palsu,” ucapnya pada awak media kemarin (15/3).

Selanjutnya ucap Ramos, dihari yang sama, Rabu (3/3) pukul 19.00 wita HS kembali melancarkan aksinya di tempat usaha milik Waode Sulastri di kecamatan Bata Laiworu, Raha. Uang palsu yang diberikan HS kepada Wa Ode Sulasti sebanyak 54 lembar pecahan Rp 100 ribu. “Pelaku meminta korban agar mentranfer uang sebesar Rp 8 juta ke rekening seseorang menggunakan ATM milik Wa Ode Sulastri. Karena korban memang berbisnis ATM link, korban langsung mentranfer uang Rp 8 juta ke rekening seseorang yang diminta HS. Begitu uang sudah ditranfer, HS langsung memberikan uang pengganti sebesar Rp8 juta ke Wa Ode Sulastri dan langsung kabur,” ungkapnya.

Ramos juga mengatakan, dengan demikian, HS pelaku penyebar Upal tersebut bakal dikenakan undang-undang nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (m1/c)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top