BERITA UTAMA

Dua Paslon Saling Lapor ke Panwas

Pilkada Kolaka

KOLAKAPOS, Kolaka–Terhitung Maret ini, tensi politik yang ada di Kabupaten Kolaka mulaimeninggi. Karena, dari dua Pasangan Calon Bupati dan Wakil BupatiKabupaten Kolaka, mereka saling mengadukan dugaan jenis pelanggarankepada Panitia Pengawas Pemilukada Kabupaten Kolaka.

Pasangan Ahmad Safei – Muhammad Jayadin misalnya. Tim advokasi merekatelah melaporkan dugaan pelanggaran terhadap salah satuoknum pemilikmedia sosial, karena diduga melakukan kampanye yang bersifat negatifserta menyerang pribadi salah satu calon pasangan nomor urut satu.Sementara untuk pasangan Asmani Arif – Syahrul Beddu melalui timpemenangannya melaporkan, pasangan nomor urut satu telah didugamelakukan pelanggaran kampanye, karena pelaksanaan kegiatannyaberlangsung pada malam hari. Bukan siang hari, tepatnya pada 14 Maretdi Jalan kamboja Kelurahan Sea Kecamatan Kolaka.

“Keduanya itu, menurut tim pemenangan masing-masing, telah melanggar. Makanya, saat ini sementara kami proses,” ungkap Ketua PanwaslukadaKabupaten Kolaka Juhardin.

Untuk sementara berdasarkan bukti yang ada katanya, telah ditemukanadanya dugaan pelanggaran kampanye malam, karena telah ditemukanadanya keterlibatan ASN didalamnya. Sementara yang lainnya, masihdalam keadaan tahap wajar. Meski demikian, saat ini masih tetapdilakukan pendalaman lebih dalam lagi untuk proses selanjutnya. Lainhalnya dengan dugaan pelanggaran melalui media sosial, setelahmenerima laporan dan pendalaman, ternyata masih kekurangan alat bukti,sehingga pihaknya telah memberitahukan kepada terlapor untuk melengkapinya.

“Kalau catatan pengawasan terkait kampanye malam, itu tidak ada pelanggarannya. Kalau keterlibatan ASN ada. Karena ada beberapa oknum ASN didalamnya, sehingga saat ini sementara dalam proses. Sementara untuk dugaan pelanggaran melalui media sosial. Itu masih kekurangannya data. Makanya, kami sudah minta kepada terlapor untuk melengkapinya,” tambahnya.

Sama halnya katanya dengan temuan panwas yang ada di lapangan sejak kampanye terbuka secara dialogis, hampir rata-rata ada temuan tentang keterlibatan ASN. Begitu juga dengan kampanye negatif, itu selalu ada ditemukan.

“Kalau jumlahnya, kami belum bisa sebutkan. Sebab, saat ini sementara dalam proses dan pengkajian,” tutupnya. (ing/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top