METRO KOLAKA

Tersangka Tidak menyesal Bunuh Iparnya

Kasus Pembunuhan di Samaturu

KOLAKAPOS, Kolaka–Masih ingatkah dengan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Mustahang (52) di kecamatan Samaturu korbanya adalah Rusli (50) yang merupakan iparnya sendiri.
Saat Kolaka pos melakukan wawancara kepada tersangka Mustahang, ia mengakui telah melakukan pembunuhan kepada Rusli dan tidak menyesali perbuatannya.

Mustahang mengatakan sebenarnya masalah tanah dengan iparku sudah sejak delapan tahun lalau. Namun masalah itu mempuncak saat korban akan mengambil kembali kebun cengkeh.

“Saya tiak menyesal, dengan kejadian itu. Dia adalah iparku, saya melakukan pembinuhan itu karena saya sudah jenuh berurusan masalah tanah itu. Saya sudah beli tanah itu Rp.20 juta, namun ternyata korban meminta kembali tanah yang sudah saya beli,” katanya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Kolaka, AKP I Gede Pranata mengatakan, peristiwa naas itu terjadi sekira pukul 08.30 Wita, Senin (12/3) lalu, di perkebunan gunung Lasarau Desa Sani-Sani. Kejadian tersebut bermula ketika korban bersama ketiga anaknya dan satu keponakannya tengah dalam perjalanan ke kebun. Pada saat perjalanan, korban bertemu dengan tersangka. Tersangka menegur korban, mau kemana? lalu dijawab oleh korban, mau ke kebun memetik sayur pete. Tak puas dengan jawaban korban, pelaku bertanya lagi, mau kemana? Namun, pertanyaan tersebut tak dijawab, korban berlalu meneruskan perjalanan.

Sementara korban berjalan melewati pelaku, tiba-tiba pelaku mengayunkan parangnya ke arah korban. Tebasan pertama tersebut membuat korban terjatuh. Saat korban terjatuh, pelaku terus mengayunkan parangnya membabi buta ke tubuh korban. Akibat tebasan tersebut, korban tewas di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Tersangka melakukan penganiayaan dengan membacok punggung bagian kanan dan bagian kiri korban. Kemudian bahu bagian kanan dan kiri korban serta bacokan berulang ke kepala korban. Selanjutnya pada di bagian leher korban,” terang Kasat Reskrim.

Polsek Samaturu yang menerima laporan keluarga korban terkait kejadian tersebut, langsung meminta back up dari Reskrim Polres Kolaka dan mengejar pelaku. Sekitar tiga jam kemudian usai peristiwa, tim tersebut berhasil membekuk pelaku tak jauh dari TKP. Dalam penangkapan tersebut, pelaku tak melakukan perlawanan.

Terkait motif kejadian, Kasat Reskrim menjelaskan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan, pelaku mengaku kejadian tersebut karena ada dendam pribadi dengan korban. “Jadi permasalahan yang berlarut-larut sehingga mengakibatkan tersangka mempunyai dendam terhadap korban,” jelas Kasat Reskrim yang baru menjabat 5 bulan di Polres Kolaka ini.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat pasal 351 ayat 3 KUHP dan pasal 338 KUHP tindak pidana pembunuhan, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(kal/hud)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top