BERITA UTAMA

Dibebaskan, Oknum Polisi dan Istri Diduga Pengedar Sabu-Sabu di Muna

Kasat Narkoba: M Pemain Lama, Tapi Sudah Sadar Setelah Umroh

KOLAKAPOS, Raha–Masih ingat pemberitaan terkait oknum polisi yang bertugas di Polsek Tampo Polres Muna Bripka M dan Istrinya ditangkap Satnarkoba Polres Muna pada Minggu (18/3) setelah salah seorang tersangka pengedar narkoba jenis sabu-sabu berinisal H mengakui bahwa Ia mendapatkan sabu-sabu dari istri oknum polisi? Kini, Kamis, (22/3) pasangan suami istri tersebut sudah dibebaskan. Alasannya, setelah Polisi melakukan pemeriksaan disertai tes urine di Mako Polres Muna, Bripka M dan Istrinya negatif narkoba dan tidak terbukti terlibat dalam jaringan pengedar narkoba di Muna. Hal tersebut diucapkan Kasat Narkoba Polres Muna AKP Muh Ogen Sairi dalam konfrensi pers di Makopolres Muna “Ini Alat tes urin, yang kita gunakan kepada M (polisi berpangkat Bripka. Red) bersama istri, hasilnya negatif. Kemarin diamankan selama 2×24 jam. Setelah kita cocokan keterangan dan saksi-saksi tidak menunjukkan bahwa mereka selaku pelaku atau memiliki atau yang punya barang (narkoba jenis sabu-sabu yang didapat dari tangan tersangka H. Red),” ucapnya.

Kendati demikian, perwira polri berpangkat tiga balok dipundak ini tidak menyangkali bahwa pasangan suami istri tersebut pernah menggunakan sabu-sabu dan masuk dalam jaringan pengedar narkoba di Muna. “Itu tidak bisa kita sangkali, karena ini (Bripka M dan Istrinya. Red) pemain lama. Namun hari ini, kita sudah lihat dia berubah. Bertobat dengan dua kali umroh dan kita cek urine dan kesehatan Alhamdulillah anggota ini berubah. Makanya dia ditugaskan sebagai Kanit Binmas di Polsek Tampo,” ungkap Ogen.

Tidak hanya itu, Ogen juga mengungkapkan alasan H yang berprofesi sebagai ASN di Dinas Keuangan Pemda Muna ini menyebut nama Brigadir M guna melindungi dirinya agar tidak diciduk oleh Satnarkoba saat itu. “Alasan TSK kenapa menyebut nama M, karena pada saat kita geledah kita tangkap. Dia merasa ketakutan sehingga menyebut nama itu agar polisi tidak menangkapnya. Ternyata, setelah kita bawa kesini (Mako Polres Muna. Red), berubah keterangannya bahwa barang itu bukan barang Pak M namun barang itu berasal dari teman perempuannya si TSK nama AS di Watonea. Sekarang kita sudah layangkan surat panggilan,” kilahnya.

Ogen juga mengatakan, dua shaset kosong mirip bungkusan sabu-sabu yang ditemukan Polisi saat melakukan penggeladahan di rumah Bripka M di BTN Laende kelurahan Laenda kota Raha saat itu, rupanya bungkusan tersebut bukan untuk membungkus sabu-sabu. “Saat penggeledahan di temukan dua saset, itu bukan seperti yang kita lihat seperti bungkusan sabu-sabu. Tapi itu saset-saset lama yang digunakan untuk tempat foto,” katanya.

Olehnya itu, kata eks Kapolsek Katobu ini, polisi menetapkan ASN Pemkab Muna, H ini sebagai tersangka tunggal dalam perkara tersebut. “Di tangan H kami temukan sabu-sabu 1 shaset diperkirakan berat broto 0,29 gram. H, kita kenakan pasal 112 dan pasal 127 tentang narkoba ancaman hukuman paling tinggi 20 tahun paling rendah 5 tahun,” tandasnya. (m1/b/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top